MAMUJU, iNewsMamuju.id - Cerita rakyat tak lagi sekadar dongeng pengantar tidur di pelosok desa. Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat kini bersiap membawa narasi keperkasaan tokoh cerita lokal, Legenda Lasa Laga, untuk dipertunjukkan secara terbuka di Anjungan Sulbar Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.
Rencana memboyong mitos manusia kuat asal Tanah Mandar tersebut dimatangkan melalui pertemuan antara Badan Penghubung Daerah Sulbar dengan jajaran pimpinan DPRD setempat di Mamuju. Langkah ini diambil untuk menggeser pola pameran budaya yang selama ini dinilai cenderung monoton dan formalitas.
Subbidang Promosi dan Informasi Badan Penghubung Sulbar, Nurul Farasmy, mengungkapkan bahwa Anjungan Daerah di TMII membutuhkan muatan edukasi yang memiliki daya pikat visual serta narasi yang kuat. Sosok Lasa Laga dinilai ideal untuk mewakili karakteristik, ketangguhan, dan kearifan lokal masyarakat Sulawesi Barat di panggung nasional.
"Kami ingin menghadirkan cerita budaya ini dalam bentuk yang lebih hidup dan menarik. Legenda Lasa Laga bukan cuma cerita nenek moyang, tapi ada nilai sejarah dan identitas daerah yang bisa dipromosikan ke pengunjung luar," ujar Nurul usai bertemu Ketua DPRD Sulbar, Amalia Fitri Aras.
Selama ini, ruang pameran daerah di ibu kota kerap terjebak pada pajangan baju adat dan kerajinan statis yang sepi peminat. Dengan mengangkat folklor bernilai sejarah tinggi seperti Lasa Laga, narasi kebudayaan Mandar diharapkan mampu menyedot perhatian wisatawan domestik hingga mancanegara.
Ketua DPRD Sulbar, Amalia Fitri Aras, menyambut baik orientasi baru dalam promosi kebudayaan tersebut. Pihak legislatif mendorong agar pengemasan cerita rakyat ini tidak digarap setengah-setengah, melainkan melibatkan riset kebudayaan yang mendalam agar pesan historisnya tidak bias.
Upaya memboyong Lasa Laga ke Jakarta ini sekaligus menjadi ujian bagi Pemprov Sulbar dalam mengoptimalkan fungsi Anjungan TMII. Tempat tersebut tak lagi sekadar bangunan fisik perwakilan daerah, melainkan laboratorium kebudayaan yang aktif mengenalkan potensi pariwisata dan sejarah Sulawesi Barat ke tingkat nasional.
Editor : A. Rudi Fathir
Artikel Terkait
