3 Mantan Napiter Jadi Pembicara Pencegahan Radikalisme di Mamasa
MAMASA, iNewsMamuju.id — Tiga mantan narapidana terorisme (napiter) berbagi cerita kepada warga Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Sabtu (26/9/2026).
Mereka adalah Suryadi Masud, Muhammad Sofyan Tsauri M.Si. dan Nasrullah Bin Ambe Tikka. Ketiganya kini terlibat dalam kegiatan deradikalisasi dan hadir sebagai pembicara dalam sosialisasi yang digelar Densus 88 Antiteror Polri Wilayah Sulawesi Barat.
Sekitar 50 orang datang ke Aula KUA Kecamatan Mambi. Ada tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, penyuluh KUA sampai aparat keamanan.
Suryadi Masud dan Muhammad Sofyan Tsauri berbicara soal paham radikalisme dan bagaimana masyarakat menyikapinya. Mereka juga mengingatkan warga agar tidak gampang percaya pada informasi yang muncul di media sosial.
Narasi kebencian juga menjadi perhatian. Informasi semacam itu, kata mereka, perlu disikapi dengan hati-hati karena bisa memicu perpecahan.
"Kami mengajak seluruh masyarakat agar tidak ragu menyampaikan informasi kepada pihak berwenang apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan. Sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan aparat keamanan merupakan kunci utama dalam mencegah berkembangnya segala bentuk ancaman," ujar Muhammad Sofyan Tsauri.
Kepala KUA Kecamatan Mambi Abdul Rahim juga berbicara dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut masyarakat perlu mendapat pemahaman agar tidak mudah terbawa paham yang bisa berujung pada perpecahan dan kekerasan.
Setelah materi disampaikan, warga kemudian diberi kesempatan bertanya. Mereka membahas ciri-ciri paham radikalisme serta apa yang bisa dilakukan jika menemukan hal yang mencurigakan.
Kegiatan itu berlangsung sekitar satu jam lebih. Dimulai pukul 09.30 WITA dan selesai sekitar pukul 10.40 WITA.
PS Kasatgaswil Provinsi Sulbar Densus 88 AT Polri AKBP Soffan Ansyari hadir bersama Kapolsek Mambi Ipda Riswandi. Ada pula Babinsa Koramil Mambi Serda Rizal.
Editor: Lukman Rahim