Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tak Cuma Baju Adat, Mitos Manusia Kuat Sulbar Lasa Laga Bakal Digelar di TMII
Advertisement . Scroll to see content

Anjungan Sulawesi Barat di TMII Cek Koleksi Budaya, Tenun Sekomandi hingga Perahu Sandeq

Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:18 WIB
  • author Irfandi
Anjungan Sulawesi Barat di TMII Cek Koleksi Budaya, Tenun Sekomandi hingga Perahu Sandeq
Anjungan Provinsi Sulawesi Barat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, melakukan pengecekan dan pendataan aset inventaris budaya untuk memastikan seluruh koleksi tetap terawat dan layak ditampilkan kepada pengunjung.

MAMUJU, iNewsMamuju.id - Anjungan Provinsi Sulawesi Barat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, melakukan pengecekan dan pendataan aset inventaris budaya untuk memastikan seluruh koleksi tetap terawat dan layak ditampilkan kepada pengunjung.

Pengecekan yang dilakukan pada Rabu (7/10/2026) itu mencakup berbagai koleksi budaya dari enam kabupaten di Sulawesi Barat, yakni Mamuju, Polewali Mandar, Majene, Pasangkayu, Mamuju Tengah, dan Mamasa.

Koleksi yang diperiksa meliputi miniatur rumah adat, kain tenun sutra Mandar atau Saq'be, tenun ikat sekomandi, kain sambu Mamasa, alat musik tradisional gandrang dan kecapi Mandar, hingga miniatur perahu Sandeq.

Selain itu, petugas turut memeriksa alat tenun, kerajinan logam, perabotan, pencahayaan, serta fasilitas penunjang pelayanan pengunjung.

Kepala Subbidang Promosi, Informasi dan Investasi, Nurul Farasmy, mengatakan pengecekan tersebut merupakan agenda rutin untuk memastikan kondisi koleksi budaya tetap baik dan terawat.

Menurut dia, kondisi koleksi menjadi perhatian karena anjungan tersebut menjadi tempat pengunjung mengenal kebudayaan Sulawesi Barat, termasuk melalui kunjungan wisata dan kegiatan edukasi pelajar.

"Kami ingin setiap pengunjung, baik wisatawan lokal, mancanegara, maupun rombongan edukasi pelajar, mendapatkan pengalaman terbaik. Semua aset budaya harus dalam kondisi prima, bersih, dan informatif. Ini adalah wajah Sulawesi Barat di Ibu Kota," ujar Nurul.

Dia menjelaskan, pendataan juga dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan pemeliharaan dan perbaikan apabila ditemukan kerusakan pada koleksi.

Material tertentu, terutama kain dan kayu, mendapat perhatian khusus karena rentan mengalami kerusakan akibat kelembapan dan faktor usia. Pemantauan secara berkala diperlukan agar koleksi tersebut tetap terjaga.

Melalui pendataan ini, pengelola dapat mengetahui kondisi aset sekaligus menentukan langkah perawatan yang diperlukan. Upaya tersebut juga diharapkan menjaga koleksi budaya tetap layak dipamerkan dan mendukung fungsi anjungan sebagai tempat pengenalan budaya Sulawesi Barat kepada masyarakat.

Editor: Suandi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut