Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Disambut Kain Sikomandi, Irjen Pol Totok Suharyanto Awali Pengabdian sebagai Kapolda Sulbar
Advertisement . Scroll to see content

Kapolda Sulbar Gerakkan Subuh Keliling, Polisi Turun Langsung Dengarkan Keluhan Warga

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 09:42 WIB
  • author Fathir
Kapolda Sulbar Gerakkan Subuh Keliling, Polisi Turun Langsung Dengarkan Keluhan Warga
Kapolda Sulbar Irjen Pol Totok Suharyanto. Foto: iNewsMamuju.id/Fathir

MAMUJU, iNewsMamuju.id – Polda Sulawesi Barat memperkuat pendekatan humanis melalui gerakan Subuh Keliling yang melibatkan Kapolda Sulbar, pejabat utama Polda, Kapolres, hingga Kapolsek. Program ini menjadi upaya mendekatkan kepolisian dengan masyarakat sekaligus membuka ruang komunikasi untuk mendengar aspirasi, keluhan, dan persoalan keamanan di lingkungan warga.

Melalui kegiatan tersebut, polisi tidak hanya hadir untuk melaksanakan ibadah salat Subuh berjamaah, tetapi juga membangun hubungan yang lebih erat dengan masyarakat. Masjid menjadi ruang silaturahmi, tempat memperkuat persaudaraan, sekaligus sarana menyerap aspirasi secara langsung.

Semangat yang diusung adalah Polisi Bersama Masyarakat, yakni pendekatan yang menempatkan warga sebagai mitra penting dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Bagi Polda Sulbar, kehadiran polisi tidak seharusnya hanya dirasakan ketika terjadi tindak pidana atau gangguan keamanan. Lebih dari itu, kepolisian perlu hadir sebelum persoalan muncul, memahami kondisi sosial, serta mendengarkan berbagai keluhan yang mungkin belum tersampaikan melalui laporan resmi.

Mulai dari persoalan keamanan lingkungan, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, peredaran minuman keras, hingga potensi konflik sosial menjadi perhatian yang perlu diantisipasi bersama.

Sebab, persoalan yang dihadapi masyarakat tidak selalu bermula dari tindak pidana. Ada kesalahpahaman yang membutuhkan penengah, kegelisahan yang memerlukan perhatian, serta persoalan sosial yang harus ditangani sebelum berkembang menjadi gangguan kamtibmas.

Kabid Humas Polda Sulawesi Barat, Kombes Pol Memo Ardian, menjelaskan bahwa Subuh Keliling merupakan gerakan bersama yang dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat Polda hingga Polsek.

Menurutnya, keterlibatan seluruh jajaran kepolisian bertujuan memperkuat komunikasi dua arah agar aparat dapat memahami kondisi masyarakat secara langsung.

"Melalui kegiatan Subuh Keliling, kami ingin membangun kedekatan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Seluruh pejabat utama Polda, Kapolres, hingga Kapolsek turun bersama masyarakat. Bukan hanya untuk beribadah, tetapi juga membuka ruang mendengar aspirasi, keluhan, dan harapan warga. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa polisi adalah bagian dari mereka," terang Memo Ardian.

Ia menambahkan, setiap wilayah memiliki karakteristik dan persoalan berbeda. Karena itu, kehadiran langsung personel kepolisian dinilai penting untuk mengetahui permasalahan yang berkembang di tengah masyarakat sekaligus menentukan langkah penanganan yang sesuai.

"Kadang ada persoalan yang tidak pernah masuk dalam laporan resmi, tetapi menjadi beban pikiran masyarakat setiap hari. Ada warga yang ingin menyampaikan keluhan, tetapi tidak tahu harus berbicara kepada siapa. Melalui pendekatan seperti inilah kami ingin mendengar langsung suara mereka, mengetahui akar permasalahannya, dan membantu mencari jalan keluar sesuai kewenangan kepolisian," jelasnya.

Bukan Sekadar Seremonial, Aspirasi Warga Harus Ditindaklanjuti

Polda Sulbar menegaskan bahwa keberhasilan program Polisi Bersama Masyarakat tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan. Hal terpenting adalah sejauh mana masyarakat merasa didengar, memperoleh respons, dan melihat adanya tindak lanjut terhadap persoalan yang disampaikan.

Aspirasi yang dihimpun melalui Subuh Keliling diharapkan menjadi bahan pemetaan permasalahan di setiap wilayah. Dengan demikian, jajaran kepolisian dapat menentukan langkah pencegahan, meningkatkan pelayanan, serta menangani persoalan sesuai tugas dan kewenangannya.

Untuk masalah yang membutuhkan keterlibatan lintas sektor, kepolisian dapat berkoordinasi dengan pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pihak terkait lainnya.

"Jangan sampai masyarakat sudah menyampaikan persoalannya, tetapi tidak mengetahui bagaimana kelanjutannya. Kami ingin setiap aspirasi mendapat perhatian dan ditindaklanjuti. Karena kepercayaan masyarakat bukan dibangun oleh janji, melainkan melalui kepedulian dan tindakan nyata," tambahnya.

Melalui gerakan yang menjangkau hingga tingkat Polsek, Polda Sulbar berharap hubungan antara polisi dan masyarakat semakin kuat, termasuk di wilayah pelosok desa.

Masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga ruang untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan kepedulian sosial, dan membangun kesadaran bersama dalam menjaga keamanan lingkungan.

Pendekatan humanis tersebut juga menjadi pengingat bahwa kepercayaan publik tidak dapat dibangun hanya melalui slogan. Kepercayaan tumbuh dari keterbukaan menerima kritik, sikap santun dalam melayani, serta kesungguhan menindaklanjuti persoalan masyarakat.

Melalui Subuh Keliling, Polda Sulbar ingin menegaskan bahwa polisi bukan sekadar aparat yang menjaga keamanan, melainkan mitra masyarakat yang siap mendengar dan membantu mencari solusi.

Dari masjid ke masjid, dari desa ke desa, hingga dari Kapolda sampai Kapolsek, semangat yang dibangun tetap sama: memperkuat kebersamaan demi Sulawesi Barat yang aman, damai, dan kondusif.

Sebab, keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian, melainkan hasil dari kebersamaan, kepedulian, dan kepercayaan antara polisi dan masyarakat. Ketika masyarakat merasa dekat dengan polisi, menjaga keamanan bukan lagi sekadar tugas aparat, tetapi menjadi tanggung jawab bersama.

Editor: A. Rudi Fathir

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut