Kebakaran Hebat Landa Wisata Pantai Malauwa Mamuju, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta
MAMUJU, iNewsMamuju.id – Kebakaran menghanguskan salah satu bangunan di kawasan wisata Pantai Malauwa, Dusun Malauwa, Desa Tapandullu, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, pada Rabu (21/10/2026) dini hari. Peristiwa tersebut mengakibatkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Berdasarkan informasi dari Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Mamuju, Randi Noertadi, laporan kebakaran diterima posko Damkar pada pukul 02.05 Wita. Laporan tersebut disampaikan oleh seorang warga bernama Endang.
Merespons laporan itu, petugas Damkar Kelompok A langsung bergerak menuju lokasi kejadian pada pukul 02.07 Wita dan tiba di tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 02.25 Wita.
Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan upaya pemadaman untuk mengendalikan kobaran api sekaligus mencegah api merembet ke bangunan dan area di sekitarnya.
Berkat upaya petugas di lapangan, api utama berhasil dikuasai dalam waktu sekitar satu jam. Proses kemudian dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Operasi pemadaman akhirnya dinyatakan selesai pada pukul 04.30 Wita.
Namun, dalam proses penanganan kebakaran tersebut, petugas menghadapi sejumlah kendala, di antaranya jarak tempuh menuju lokasi yang cukup jauh serta keterbatasan pasokan air di sekitar kawasan pantai.
Meski demikian, upaya pemadaman tetap dilaksanakan dengan melibatkan berbagai unsur. Personel TNI, Polri, PLN, serta masyarakat setempat turut membantu petugas Damkar dalam menangani kebakaran tersebut.
Akibat kejadian itu, salah satu bangunan di kawasan wisata Pantai Malauwa dilaporkan hangus terbakar. Kendati menimbulkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp100 juta, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Sementara itu, penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui secara pasti. Informasi lebih lanjut masih menunggu keterangan dari pihak terkait.
Peristiwa ini menjadi perhatian terhadap pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran, terutama di kawasan wisata yang memiliki tantangan akses dan ketersediaan sumber air untuk mendukung proses pemadaman.
Penanganan yang melibatkan Damkar, TNI, Polri, PLN, dan masyarakat setempat juga menunjukkan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menghadapi situasi darurat guna meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
Editor: Lukman Rahim