Harga TBS Sawit di Mateng Berangsur Naik, Antrean PKS Mulai Normal 

wahi
Ketua Serikat Petani Kelapa Sawit Kabupaten Mamuju Tengah Irfan,melakukan kunjungan ke sejumlah perusahaan pabrik kelapa sawit (PKS) di wilayah Mateng. (Foto: iNewsMamuju.id/Wahid).

MATENG, iNewsMamuju.id - Ketua Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Irfan, melakukan kunjungan langsung ke sejumlah perusahaan pabrik kelapa sawit (PKS) di wilayah Mateng, Jumat (29/5/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan ke beberapa perusahaan besar, di antaranya PT Trinity Palmas Plantation (TPP) di Tabolang, Kecamatan Topoyo, PT Surya Lestari Raya (SRL2) di Desa Babana, Kecamatan Budong-Budong, serta PT Mitra Andalan Sawit (MAS) di Barakkang, Kecamatan Budong-Budong.

Selain sebagai ajang silaturahmi, kunjungan itu juga menjadi momentum audiensi antara SPKS Mateng dan pihak perusahaan terkait anjloknya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang belakangan dikeluhkan para petani.

Dari hasil pemantauan di lapangan, kondisi distribusi TBS di sejumlah PKS mulai berangsur normal. Antrean panjang kendaraan pengangkut sawit yang sebelumnya sempat memadati area pabrik kini mulai berkurang.

Bahkan di kawasan PT TPP, antrean kendaraan pengangkut sawit dalam beberapa hari terakhir sudah kembali normal seperti biasanya.

Tak hanya itu, harga pembelian TBS di sejumlah perusahaan juga mulai menunjukkan tren positif. Di PT TPP, harga pembelian TBS saat ini berada di kisaran Rp1.780 per kilogram.

Sementara di tingkat tengkulak, harga TBS di beberapa wilayah Mateng masih berkisar antara Rp1.200 hingga Rp1.400 per kilogram.

Sedangkan di kawasan PT SRL2 dan PT MAS, antrean kendaraan masih terlihat, namun tidak lagi separah sebelumnya dan perlahan mulai terurai.

Ketua SPKS Mateng, Irfan, mengatakan pihaknya mendapat amanah dari SPKS Pusat agar tidak mudah mempercayai isu-isu liar terkait penyebab turunnya harga TBS sawit.

“Kami mendapat amanah dari SPKS Pusat untuk tidak mudah menerima isu-isu dari luar terkait penyebab harga TBS yang saat ini turun drastis. Karena itu kami turun langsung ke lapangan untuk bersilaturahmi dengan perusahaan dan menanyakan secara langsung penyebab anjloknya harga TBS yang memicu kegelisahan petani,” ujar Irfan kepada wartawan.

Ia mengungkapkan, SPKS juga telah melakukan komunikasi dengan kementerian terkait guna mencari solusi terbaik bagi seluruh pihak.

“Baru-baru ini kami juga berkomunikasi dengan kementerian dan diminta turun langsung ke perusahaan untuk membangun komunikasi serta mencari solusi terkait persoalan ini. Kami tidak ingin ada pihak yang dirugikan, baik perusahaan, petani maupun pemerintah,” lanjutnya.

Menurut Irfan, kondisi harga TBS saat ini mulai menunjukkan perbaikan secara perlahan.

“Alhamdulillah harga pembelian TBS di perusahaan mulai perlahan membaik dan saat ini berkisar Rp1.700 hingga Rp1.780 per kilogram,” katanya.

Ia pun meminta para petani sawit di Mateng tetap tenang dan tidak panik menyikapi kondisi tersebut.

“Kami meminta petani tetap tenang dan bersabar memberikan kesempatan terhadap kebijakan baru pemerintah pusat. Kita belum mengetahui apakah kebijakan baru ini nantinya akan menguntungkan semua pihak atau hanya salah satu pihak saja. Namun kita berharap kebijakan tersebut tetap berpihak kepada petani,” harapnya.

Sementara itu, Humas PT MAS, Joel, mengungkapkan salah satu penyebab turunnya harga TBS beberapa pekan terakhir dipicu kebijakan baru pemerintah pusat terkait ekspor crude palm oil (CPO).

“Tiba-tiba muncul kebijakan baru tanpa adanya sosialisasi kepada perusahaan. Saat itu semua perusahaan ikut panik karena belum mengetahui ke mana nantinya CPO akan dipasarkan,” ungkap Joel.

Meski demikian, pihak perusahaan meminta masyarakat dan petani sawit untuk tetap bersabar karena kebijakan tersebut dinilai masih berpotensi memberikan dampak positif ke depan.

“Kami meminta masyarakat atau petani sawit bersabar karena kami juga masih mempelajari kebijakan pemerintah tersebut. Bisa jadi dengan kebijakan baru ini harga TBS ke depan justru semakin meningkat, dan itu tentu menjadi harapan kita bersama,” ujarnya.

Joel menambahkan, harga pembelian TBS di PT MAS saat ini mulai kembali normal dan berada di kisaran Rp1.780 per kilogram.

Editor : A. Rudi Fathir

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network