MAMUJU, iNewsMamuju.id - Jalur perairan dan pesisir Sulawesi Barat yang kerap disasar sebagai pintu masuk barang haram kembali mendapat pengawalan ketat. Personel TNI Angkatan Laut dari Pangkalan TNI AL (Lanal) Mamuju berhasil membongkar dugaan penyelundupan narkotika jaringan pesisir di wilayah Kabupaten Polewali Mandar (Polman).
Pengungkapan kasus ini bermula dari intelijen maritim yang mengendus adanya pergerakan barang terlarang di kawasan pesisir Polman. Petugas bergerak cepat melakukan pengintaian dan penindakan di lapangan.
Dalam penyergapan tersebut, petugas berhasil membekuk seorang pria berinisial H di Dusun Bajoe, Desa Rea, Kecamatan Binuang. Namun, operasi penangkapan sempat diwarnai aksi melarikan diri dari dua pelaku lainnya berinisial R dan E yang hingga kini masih dalam perburuan aparat.
Dari tangan tersangka dan lokasi penindakan, Lanal Mamuju menyita barang bukti yang terbilang langka dan berbahaya. Di antaranya 13 paket diduga ketamine seberat 546 gram, satu kilogram ketamine padat, serta 885 butir pil koplo siap edar.
Tak hanya itu, petugas juga menemukan satu bungkus serbuk kuning seberat satu kilogram yang diduga kuat merupakan Yellow Fentanyl—salah satu jenis opioid sintetis yang sangat mematikan. Dua botol minuman keras impor, uang tunai, dokumen pribadi, serta satu unit sepeda motor turut disita.
Komandan Lanal Mamuju, Letkol Laut (P) Gigih Aptya Anggara, menegaskan bahwa modus operandi memanfaatkan jalur laut dan pantai tikus kerap digunakan pelaku untuk menghindari pemeriksaan ketat di darat. Oleh karena itu, pengawasan kawasan pesisir Sulbar akan makin diperketat.
Seluruh barang bukti beserta tersangka H kini telah diserahkan resmi oleh Lanal Mamuju kepada Polres Polman untuk proses penyidikan hukum lebih lanjut. Penyerahan berkas perkara ini turut disaksikan oleh pejabat BPOM Mamuju dan BNNP Sulbar guna pengujian laboratorium atas kandungan bahan kimia berbahaya tersebut.
Editor : A. Rudi Fathir
Artikel Terkait
