Sentil Penggunaan HP pada Anak, Sekda Sulbar Dorong Penguatan Benteng Pesantren

Irfandi
Sekretaris Daerah Sulawesi Barat, Junda Maulana, saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Yayasan Perguruan Islam (YPI) Campalagian, Polewali Mandar, Sabtu (3/10/2026).

POLEWALI MANDAR, iNewsMamuju.id - Arus deras teknologi digital, gadget, hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) tidak hanya membawa kemudahan, tetapi juga ancaman krisis moral bagi generasi muda jika tak dibentengi dengan ketat.

Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah Sulawesi Barat, Junda Maulana, saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Yayasan Perguruan Islam (YPI) Campalagian, Polewali Mandar, Sabtu (3/10/2026).

Menurut Junda, pola pengasuhan anak era sekarang jauh lebih berat dibanding masa lalu. Maraknya kasus perundungan (bullying), jeratan narkoba, hingga luntutnya rasa santun anak terhadap orang tua menjadi sinyal bahaya yang nyata.

"Masalah-masalah ini tidak bisa diselesaikan oleh sekolah saja, keluarga saja, atau pemerintah saja. Peran keluarga yang semakin melemah harus kita tingkatkan kembali," tegas Junda.

Ia menekankan bahwa keberadaan media sosial dan AI memang penting untuk menambah wawasan anak, tetapi penggunaannya wajib berada di bawah kendali orang tua. Tanpa kontrol dan batasan jam pakai gadget, teknologi justru berpotensi merusak karakter anak.

Di sisi lain, lembaga pendidikan berbasis agama seperti madrasah dan pesantren dinilai menjadi benteng pertahanan terakhir. Para pengajar pun diminta tidak sekadar melakukan transfer ilmu, tetapi menjadikan keteladanan akhlak sebagai prioritas utama.

Editor : A. Rudi Fathir

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network