MAJENE, iNewsMamuju.id - Kobaran api dahsyat menggetarkan warga Dusun Ratte, Desa Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Selasa (6/10/2026) malam. Lahan seluas kurang lebih 10 hektare di kawasan Bukit Ratte hangus dilalap si jago merah hingga mengancam keselamatan permukiman warga.
Peristiwa mencekam ini pertama kali diketahui saksi Kamaruddin (50) dan Mulia (46) sekitar pukul 19.25 WITA. Keduanya terperanjat saat melihat titik api mendadak muncul dari arah perbukitan dan bergerak cepat menjalar ke arah rumah-rumah penduduk akibat hempasan angin kencang.
Sontak, kepanikan pecah. Warga bergerak cepat bahu-membahu mendatangi lokasi sambil memanggil bantuan dari personel Polsek Sendana dan tim Pemadam Kebakaran (Damkar).
Dua unit armada Damkar dikerahkan ke titik lokasi. Bersama personel polisi dan puluhan warga setempat, petugas bertaruh waktu memadamkan kobaran api. Tak cuma mengandalkan semprotan air armada Damkar, warga dan petugas terpaksa merambah semak belukar menggunakan alat seadanya demi memutus jalur jilatan api.
Sekitar pukul 21.00 WITA, ancaman api di sekitar rumah warga Dusun Ratte berhasil diredam. Namun, perjuangan belum usai. Api justru merambat naik merambah kawasan perbukitan menuju area Desa Pundau dan Desa Banua Sendana.
Petugas dan warga dihadang kendala berat. Medan terjal perbukitan tidak bisa diakses kendaraan roda empat. Alhasil, petugas terpaksa bertahan dan bersiaga penuh di batas permukiman guna mengantisipasi kemungkinan api berbalik arah menjangkau rumah warga.
Dari hasil data sementara, kebakaran tersebut menghanguskan lahan milik empat orang, yakni Kunding (64), Rahim (70), Saparunding (60), serta Kepala Desa Banua Sendana, Ruslan Said (52).
Penyebab pasti pemicu timbulnya api hingga kini masih diselidiki pihak kepolisian. Kendati demikian,embusan angin kencang di area perbukitan ditenggarai menjadi faktor utama api mengamuk begitu cepat.
Kapolsek Sendana Iptu Bafruddin Pambabu menegaskan, jajarannya bersama tim pemadam dan warga tetap berjaga di lokasi mengawasi pergerakan titik api.
"Kami bersama Damkar dan masyarakat langsung melakukan pemadaman begitu mendapat informasi. Karena kondisi angin cukup kencang dan api masih merambat ke perbukitan, personel tetap bersiaga untuk mengantisipasi agar api tidak kembali mendekati permukiman," tegas Bafruddin.
Pihak kepolisian juga mengimbau seluruh masyarakat untuk ekstra waspada dan tidak melakukan aktivitas penyiapan lahan yang memicu potensi kebakaran di tengah kondisi iklim yang rawan.
Editor : Suandi
Artikel Terkait
