Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Zikir Kebangsaan Jelang Hari Kemerdekaan, Gubernur Sulbar Ajak Warga Doakan Para Pahlawan
Advertisement . Scroll to see content

Hadir di Maulid Salabose, Gubernur SDK Ajak Jamaah Kirim Al-Fatihah untuk Mendiang Salim Mengga

Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:44 WIB
  • author Suandi
Hadir di Maulid Salabose, Gubernur SDK Ajak Jamaah Kirim Al-Fatihah untuk Mendiang Salim Mengga
 Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK), menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar Rumpun Masyarakat Poralle Salabose di Masjid Kuno Syech Abdul Mannan Salabose, Banggae, Majene, Selasa (25/8/2026). Foto: Istimewa

MAJENE, iNewsMamuju.id - Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka (SDK), menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar Rumpun Masyarakat Poralle Salabose di Masjid Kuno Syech Abdul Mannan Salabose, Banggae, Majene, Selasa (25/8/2026).

Dalam sambutannya, Suhardi Duka mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk mendoakan almarhum Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Jenderal Salim S. Mengga.

“Saya kemarin bersama-sama dengan almarhum Pak Wakil Gubernur Jenderal Salim S. Mengga. Oleh itu, saya ajak kita semua sebagai penghormatan kepada almarhum. Mari kita kirimkan Al-Fatihah untuk beliau,” ujar SDK.

SDK juga menyampaikan harapannya agar dapat kembali menghadiri peringatan Maulid Salabose pada tahun mendatang.

“Insyaallah tahun depan saya akan datang dengan Wakil Gubernur juga, kalau masih panjang umur,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, SDK menyebut Salabose sebagai "titik nol" tradisi maulid bagi masyarakat Mandar yang senantiasa dihormati secara turun-temurun.

“Salahbose ini adalah titik nol dari wilayah Mandar. Kenapa titik nol? Karena tidak ada gerakan maulid sebelum Salabose bermaulid. Oleh itu, tanah ini adalah tanah yang diberkati,” ucap SDK.

Ia menambahkan, penghormatan ini menjadi etika lokal yang dipegang teguh oleh masyarakat di daerah lain sebelum menggelar perayaan serupa.

“Tidak ada instruksi Gubernur yang melarang maulid sebelum Salabose maulid. Tapi seluruh masyarakat Mandar menghargai. Tunggu dulu, jangan dulu maulid. Harus maulid dulu di Salabose, baru masjid yang lain,” jelasnya.

SDK membagikan pengalaman pribadinya mengenai tuah dan pentingnya menjaga tradisi maulid, termasuk pesan orang tuanya sewaktu ia masih menjadi mahasiswa.

“Jadi, saya berangkat sekitar jam 11, selesai maulid di masjid, baru saya berangkat. Alhamdulillah saya selamat sampai Makassar. Teman saya yang tidak ikut maulid berangkat sebelum maulid, mengalami kecelakaan,” kenangnya.

Menurut SDK, agama dan kebudayaan tidak perlu dipertentangkan karena keduanya dapat saling melengkapi.

“Agama dengan budaya itu saling melengkapi dan saling menguatkan. Agama akan lebih kuat dan mengakar apabila ditopang oleh budaya. Karena budaya lahir dari kebiasaan dan dari para leluhur kita,” ujar SDK.

Ia pun memberi sinyal agar dinas terkait mengalokasikan dukungan anggaran pemerintah daerah untuk agenda Maulid Salabose di tahun-tahun berikutnya.

“Ini tanda, Pak Kadis, bahwa untuk tahun depan Allah kasihkan anggaran untuk maulid di sini,” katanya.

Editor: A. Rudi Fathir

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut