Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ribut Bayar Cicilan Hingga Baku Hantam, Kakak-Adik di Pasangkayu Mediasi di Kantor Desa
Advertisement . Scroll to see content

Nekat Rusak Kebun Sawit Saudara, Pria di Pasangkayu Akhirnya Diangkut ke Palu untuk Berobat

Kamis, 17 September 2026 | 14:18 WIB
  • author Edison S
Nekat Rusak Kebun Sawit Saudara, Pria di Pasangkayu Akhirnya Diangkut ke Palu untuk Berobat
Kasus perusakan tanaman kelapa sawit yang sempat meresahkan warga Desa Lelejae, Kecamatan Bulutaba, Kabupaten Pasangkayu, akhirnya berujung damai di Mako Polsek Baras, Kamis (17/9/2026). Foto: Istimewa

PASANGKAYU, iNewsMamuju.id - Kasus perusakan tanaman kelapa sawit yang sempat meresahkan warga Desa Lelejae, Kecamatan Bulutaba, Kabupaten Pasangkayu, akhirnya berujung damai di Mako Polsek Baras, Kamis (17/9/2026).

Aksi perusakan tersebut pertama kali diketahui pemilik kebun, Rudianto, sejak awal September 2026. Sejumlah batang pohon sawit miliknya ditemukan rusak parah. Curiga dengan gerak-gerik seseorang yang masih memiliki hubungan keluarga, Rudianto lantas melapor ke Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat.

Petugas gabungan bersama pemerintah desa bergerak cepat mengamankan terduga pelaku beserta rekannya pada Rabu (16/9/2026) untuk dimintai keterangan di kantor polisi.

Namun, alih-alih melanjutkan proses hukum ke meja hijau, Polsek Baras mengambil jalur problem solving setelah mengetahui kondisi latar belakang pelaku serta hubungan kekeluargaan kedua belah pihak.

Kanit Reskrim Polsek Baras, Muh. Rusli, memimpin langsung proses mediasi dengan menghadirkan korban, keluarga pelaku, hingga Bhabinkamtibmas dan Babinsa.

Hasil dari pertemuan tersebut, Rudianto sepakat mencabut laporan pengaduannya. Pihak keluarga pelaku juga bersedia bertanggung jawab dengan membawa terduga pelaku menjalani pengobatan medis dan rehabilitasi ke Kota Palu.

Kapolsek Baras, IPTU Fantri Alfaisar menegaskan, pendekatan humanis ini diambil untuk menjaga keharmonisan warga sekaligus memastikan pelaku mendapat penanganan medis yang tepat.

"Melalui mediasi kekeluargaan ini, masalah selesai tanpa menyisakan dendam baru, sehingga situasi kamtibmas di Lelejae tetap terjaga kondusif," ujar IPTU Fantri.

Editor: A. Rudi Fathir

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut