Meja Kursi Tak Kunjung Tiba, Siswa SMAN 1 Bulutaba Terpaksa Belajar di Lantai
PASANGKAYU, InewsMamuju.id — Kondisi fasilitas belajar di SMA Negeri 1 Bulutaba, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, menjadi sorotan. Sejumlah siswa terpaksa mengikuti proses belajar mengajar dengan duduk di lantai akibat keterbatasan meja dan kursi di ruang kelas.
Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Ketua Umum Ikatan Pelajar Mahasiswa Pasangkayu (IPMA), Ari Widarto. Ia mendesak Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat segera menyalurkan bantuan fasilitas belajar bagi siswa.
Ari mengatakan, keterbatasan meja dan kursi telah dirasakan siswa sejak awal tahun ajaran 2026/2027. Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan dan konsentrasi siswa saat mengikuti pembelajaran.
"Kami mendesak Dinas Pendidikan Sulbar segera menyalurkan bantuan meja dan kursi. Jika hingga akhir September belum ada kejelasan, kami akan melancarkan aksi lanjutan," tegas Ari Widarto.
Menurutnya, siswa seharusnya mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak agar proses belajar mengajar berlangsung nyaman dan maksimal.
"Sejak awal tahun ajaran, siswa terpaksa belajar di lantai. Ini sangat memprihatinkan dan tidak seharusnya terjadi di sekolah negeri," ungkapnya.
IPMA Pasangkayu berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Pendidikan segera memberikan kepastian dan mempercepat realisasi bantuan tersebut.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Bulutaba saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon menjelaskan bahwa bantuan kursi untuk sekolah tersebut telah masuk dalam perencanaan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat.
"Bantuan kursi sudah masuk DPA Diknas 2026 untuk dua rombel. Saat ini kami masih menunggu prosesnya dan diperkirakan selesai sekitar Oktober," ujarnya.
Pihak sekolah masih menunggu realisasi bantuan tersebut. IPMA Pasangkayu berharap penyaluran dapat dipercepat agar siswa tidak lagi harus belajar dengan duduk di lantai.
Persoalan fasilitas dasar pendidikan ini pun menjadi perhatian, terutama menyangkut kenyamanan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar di SMAN 1 Bulutaba.
Editor: A. Rudi Fathir