Temu Wicara, Budiyansa: Optimalkan Aset Intangible

Edison S
Budiyansa dalam Temu Wicara PPH. Foto: iNewsMamuju/Edison S

PASANGKAYU,iNewsMamuju.id - Pemuda Pasangkayu Hebat (PPH), menghadirkan Budiyansa sebagai pembicara utama dalam Temu Wicara PPH yang digelar di Kota Pasangkayu, Sabtu-Minggu, 28-29 Januari 2023. 

Mantan Kepala Dinas (Kadis) PUPR Pasangkayu ini mengapresiasi tiga isu utama yang menjadi concern PPH. 

“Pilihan concern teman-teman PPH soal pendidikan, kepemudaan dan lapangan pekerjaan sangat luar biasa. Mestinya bisa direalisasikan bila visi besar ini memiliki peta dan kompas yang baik,” ungkap Budiyansa. Selasa (31/01/2023). 

Soal kualitas pendidikan berdaya saing global misalnya, menurut kandidat Doktor Ekonomi Pembangunan Universitas Tadulako yang karib disapa Budi ini, PPH bisa memulai dengan membangun komunikasi ke lembaga penyedia beasiswa internasional, seperti LPDP, kedutaan asing dan lainnya. 

“PPH dapat menjaring pelajar dan mahasiswa di Pasangkayu yang berniat melanjutkan studi ke luar negeri. PPH fasilitasi kursus bahasa asing gratis, dan dimentor hingga benar-benar memenuhi syarat mendapatkan beasiswa tersebut. Bisa dibayangkan, dalam setahun PPH berhasil memfasilitasi 100 anak muda Pasangkayu mendapatkan berbagai beasiswa ke luar negeri, itu sangat luar biasa,” terangnya.

Terkait dengan kepemudaan dan lapangan pekerjaan, Budi menegaskan pentingnya PPH mengelaborasi era 4.0 sebagai peta, sekaligus mengoptimalkan aset intangible sebagai kompas. 

“Era 4.0 tidak menuntut aset tangible atau sesuatu yang padat modal. Ini era yang memberi ruang bagi siapa saja, kapan saja dan dimana saja, untuk sukses dan berhasil. Syaratnya cuman satu, optimalisasi aset intangible atau kemampuan kreatif dan inovatif yang tersedia dalam diri kita masing-masing,” ungkapnya. 

Budi mencontohkan, Syaiful Muharram atau Ambo Nai yang semula bekerja sebagai sopir angkot di Bone. Setelah beralif profesi menjadi youtubers, penghasilan Ambo Nai dalam sebulan rata-rata 200 hingga 300 juta. 

Begitu pun dengan Reza, gadis asal Jeneponto yang putus sekolah saat duduk di bangku kelas 2 SMP karena keterbatasan ekonomi. Suaranya yang bagus viral di media sosial, membuat Melly Goeslaw mengajaknya menetap di Jakarta dan mengorbitkan Reza sebagai artis.

“Banyak contoh orang-orang yang berhasil mengoptimalkan aset intangible sebagai sumber prestasi dan kesejahteraan. Ini dapat menjadi kompas bagi PPH dalam membangun iklim kepemudaan yang kreatif dan produktif di Pasangkayu, sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru tentunya,” jelas Budi.

Ekonomi kreatif, beber Budi, memiliki 17 sub sektor. “Ayo, PPH mau fokus ke sub sektor apa? Saya percaya, teman-teman memiliki keterampilan dan jiwa yang kreaitf. Tinggal dikembangan, termasuk bersinergi dengan stakeholder terkait. Selama disiplin atau tekun, fokus dan jujur, hasilnya teman-teman bisa tuai tidak dalam waktu yang lama,” tandas Budi, yang telah menyatakan kesediaan maju sebagai calon Bupati Pasangkayu pada kontestasi PIlkada 2024 mendatang.

Editor : Lukman Rahim

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network