MAMUJU, iNewsMamuju.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mengusulkan revitalisasi Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Koperasi dan UMKM yang rusak akibat gempa bumi 2021 kepada Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Usulan tersebut menjadi salah satu agenda utama saat Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK) bertemu Menteri UMKM di Gedung Smesco Indonesia, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Menurut SDK, keberadaan PLUT sangat penting karena selama ini menjadi pusat pendampingan pelaku UMKM, mulai dari konsultasi usaha, pelatihan, kurasi produk, hingga promosi produk unggulan daerah.
Namun, sejak mengalami kerusakan akibat gempa yang melanda Mamuju pada 2021, fungsi gedung tersebut belum dapat berjalan optimal.
Selain revitalisasi PLUT, Pemprov Sulbar juga mengajukan dukungan berupa bantuan mesin produksi untuk pengolahan kakao, kopi, kelapa, aren, dan hasil perikanan. Pemerintah provinsi juga mengusulkan pembangunan rumah produksi tenun, pengembangan industri pakan ternak, serta pelatihan peningkatan kualitas produk.
Tak hanya itu, Pemprov Sulbar meminta dukungan fasilitasi sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI), sertifikat halal, dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) agar produk UMKM lebih mudah bersaing di pasar.
Dalam audiensi tersebut, SDK memaparkan bahwa Sulawesi Barat memiliki 24.363 usaha mikro dan kecil serta 375 usaha menengah. Sebagian besar bergerak di sektor pengolahan makanan dan tekstil.
Meski jumlahnya cukup besar, banyak pelaku usaha masih menghadapi berbagai persoalan, seperti rendahnya legalitas usaha, keterbatasan peralatan produksi, hingga minimnya akses kemitraan dengan dunia usaha.
Melalui pertemuan tersebut, Pemprov Sulbar berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan untuk mempercepat penguatan sektor UMKM di Sulawesi Barat. Selain meningkatkan daya saing pelaku usaha, langkah itu juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
Editor : A. Rudi Fathir
Artikel Terkait
