Jalan Tak Bisa Dilalui Ambulans, Polisi & Warga Gotong Lansia di Mamasa 8 Kilometer ke Rumah Sakit

Suandi
Selembar sarung dan sebatang bambu menjadi tandu darurat bagi Nenek Sania (85), warga di pelosok pegunungan Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Foto: Istimewa

MAMASA, iNewsMamuju.id - Selembar sarung dan sebatang bambu menjadi tandu darurat bagi Nenek Sania (85), warga di pelosok pegunungan Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.

Dalam kondisi sakit parah, Sania harus dievakuasi dengan cara digotong sejauh sekitar 8 kilometer karena jalan menuju kediamannya tidak bisa dilalui kendaraan maupun ambulans.

Dua anggota Bhabinkamtibmas bersama warga setempat turun langsung mengevakuasi Sania. Mereka bergantian menggotong perempuan lanjut usia tersebut menggunakan tandu sederhana yang dibuat dari sarung dan bambu.

Perjalanan itu tidak mudah. Polisi dan warga harus berjalan kaki selama sekitar dua hingga tiga jam melewati medan yang terjal dan rusak.

Di tengah perjalanan, sejumlah warga yang mengetahui proses evakuasi turut membantu. Mereka bergantian memikul tandu agar Sania bisa segera mendapatkan pertolongan medis.

Kapolsek Mambi, Ipda Riswandi, membenarkan evakuasi tersebut.

“Benar, personel kami turun langsung membantu evakuasi Nenek Sania. Karena akses jalan tidak bisa dilewati kendaraan, kami terpaksa berjalan kaki menggotong beliau agar segera mendapatkan penanganan medis yang layak,” tuturnya.

Jalan rusak jadi persoalan

Evakuasi Nenek Sania sekaligus menunjukkan persoalan akses layanan kesehatan yang masih dihadapi warga di wilayah pegunungan Mambi.

Jalan yang rusak dan terjal membuat kendaraan tidak dapat menjangkau lokasi tempat Sania tinggal. Kondisi tersebut membuat warga harus mengandalkan tenaga manusia ketika membutuhkan pertolongan medis.

Salah seorang warga mengapresiasi kesigapan Bhabinkamtibmas yang ikut membantu proses evakuasi.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bhabinkamtibmas yang sigap menolong. Namun kami berharap jalan ini segera diperbaiki, agar ke depannya tidak lagi ada warga yang kesulitan mendapat pertolongan kesehatan tepat waktu,” tutur warga tersebut.

Bagi warga, perjalanan delapan kilometer yang ditempuh polisi dan masyarakat bukan sekadar proses evakuasi. Peristiwa itu juga memperlihatkan bagaimana keterbatasan infrastruktur dapat berdampak langsung pada akses warga terhadap layanan kesehatan.

Di sisi lain, aksi Bhabinkamtibmas bersama warga menunjukkan bahwa pertolongan tetap bisa diberikan meski akses menuju lokasi sangat terbatas.

Polisi tidak hanya datang ketika terjadi persoalan keamanan. Di pelosok pegunungan Mambi, mereka ikut memikul warga yang membutuhkan pertolongan, bersama masyarakat yang bergotong royong memastikan Nenek Sania bisa keluar dari lokasi dan mendapatkan perawatan medis.

Editor : A. Rudi Fathir

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network