Sisir Desa Terpencil, Program Pelita Sulbar Galang Dukungan BUMN Salurkan Listrik Gratis

Irfandi
Sosialisasi program Pemberdayaan Listrik Terintegrasi (Pelita Sulbar) oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulbar saat mendatangi kantor Perminas Danantara Indonesia di Desa Botteng, Kecamatan Simboro, Mamuju.

MAMUJU, iNewsMamuju.id - Akses terhadap energi listrik masih menjadi barang mewah bagi sebagian warga di pelosok Sulawesi Barat (Sulbar). Guna mengikis ketimpangan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulbar mulai gencar mendekati sejumlah BUMN untuk menyalurkan bantuan penyambungan listrik gratis bagi keluarga kurang mampu dan terdampak stunting.

Langkah ini direalisasikan melalui sosialisasi program Pemberdayaan Listrik Terintegrasi (Pelita Sulbar) oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulbar saat mendatangi kantor Perminas Danantara Indonesia di Desa Botteng, Kecamatan Simboro, Mamuju.

Dalam pertemuan tersebut, Pemprov Sulbar mendorong sektor usaha swasta maupun BUMN untuk mengalokasikan kepedulian sosial mereka ke sektor energi dasar. Bantuan instalasi listrik gratis ini ditargetkan menyasar desa-desa terpencil yang masuk dalam peta kerawanan kemiskinan berbasis data PASTI PADU.

Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas ESDM Sulbar, Qamaruddin Kamil, menegaskan bahwa keterbatasan anggaran daerah membutuhkan keterlibatan lintas sektor agar pemerataan energi bisa terakselerasi lebih cepat.

"Kami mengajak BUMN untuk bersama-sama hadir memberikan bantuan listrik gratis kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Sinergi ini diharapkan mempercepat pemerataan akses energi di Sulawesi Barat," ujar Qamaruddin saat dikonfirmasi.

Penanggung Jawab Perminas di Mamuju, Mochammad Nur, merespons positif pinangan Pemprov Sulbar tersebut. Pihaknya menyatakan bakal meneruskan usulan program listrik gratis ini ke kantor pusat di Jakarta agar masuk dalam skema penyaluran bantuan sosial perusahaan.

Upaya memperluas jaringan listrik bagi warga kelas bawah ini menjadi krusial di tengah upaya Sulbar menekan angka stunting dan kemiskinan ekstrem. Ketersediaan penerangan yang memadai dinilai menjadi syarat dasar untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat di daerah pelosok.

Editor : A. Rudi Fathir

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network