MAMUJU, iNewsMamuju.id - Sekitar 19.000 data calon penerima Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) telah dihimpun Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulawesi Barat untuk diajukan ke pemerintah pusat.
Namun, dari 648 desa yang tersebar di Sulawesi Barat, baru 250 desa yang mengusulkan calon penerima program tersebut.
Kepala Dinas ESDM Sulbar Bujaeramy Hassan meminta pemerintah desa dan kelurahan mempercepat pendataan warga kurang mampu yang belum memiliki sambungan listrik mandiri.
"Program BPBL adalah wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan tidak ada warga Sulbar yang tertinggal dari akses energi. Kami di Dinas ESDM berharap pemerintah desa dan kelurahan peduli dengan masyarakatnya untuk diusulkan dalam program BPBL, karena hingga saat ini baru 250 desa yang sudah mengusulkan dari total 648 desa se-Sulbar," ujar Bujaeramy.
BPBL merupakan program pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM yang ditujukan bagi rumah tangga tidak mampu yang belum memiliki sambungan listrik mandiri.
Menurut Bujaeramy, pendataan dari tingkat desa menjadi penting agar bantuan tidak salah sasaran. Desa dan kelurahan dinilai paling mengetahui kondisi sosial ekonomi warganya, termasuk rumah tangga yang masih membutuhkan akses listrik.
Salah satu desa yang mengajukan calon penerima adalah Desa Beru-Beru, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju.
Aparat Desa Beru-Beru menyampaikan data warga yang dinilai memenuhi kriteria penerima BPBL kepada Dinas ESDM Sulbar pada Rabu (19/8/2026).
Pejabat Fungsional Inspektur Ketenagalistrikan Dinas ESDM Sulbar Gilang Ananda Putera mengatakan usulan dari desa akan diproses untuk kemudian diteruskan ke Kementerian ESDM.
"Koordinasi dari tingkat desa sangat kami butuhkan untuk memastikan data calon penerima benar-benar tepat sasaran. Kami akan memproses usulan ini dan melanjutkannya ke usulan ke Kementerian ESDM," jelasnya.
Gilang mengatakan akses listrik bukan hanya berkaitan dengan penerangan rumah. Ketersediaan listrik juga dibutuhkan untuk menunjang pendidikan, kesehatan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
"Program ini sangat penting untuk mendorong peningkatan rasio elektrifikasi dan kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang masih banyak warganya belum menikmati akses listrik layak," ujar Gilang.
Di Desa Beru-Beru, misalnya, listrik dibutuhkan untuk mendukung aktivitas masyarakat yang banyak bergerak di sektor pertanian, termasuk pengolahan hasil pertanian dan kegiatan produktif lainnya.
Dinas ESDM Sulbar kini mendorong desa dan kelurahan lain yang belum mengajukan usulan untuk segera melakukan pendataan. Dengan jumlah desa yang baru mengusulkan 250 dari total 648 desa, masih terdapat ratusan desa yang belum masuk dalam pengusulan BPBL.
Bujaeramy mengatakan keberhasilan program tersebut tidak cukup diukur dari banyaknya penerima bantuan. Dampaknya terhadap kualitas hidup masyarakat juga menjadi bagian penting.
"Listrik adalah pintu masuk bagi berbagai kemajuan, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi produktif. Karena itu, kami tidak akan berhenti berupaya memperluas akses listrik bagi seluruh lapisan masyarakat Sulbar," tegasnya.
Editor : A. Rudi Fathir
Artikel Terkait
