MAMASA, iNewsMamuju.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Dusun Pasir Putih, Desa Rantekamase, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.
Hingga Sabtu (24/10/2026), kobaran api dilaporkan masih menyala dan telah melahap sedikitnya lima hektare lahan yang terdiri dari kawasan hutan lindung serta kebun produktif milik warga.
Seorang saksi mata, Jemi, mengungkapkan bahwa kobaran api pertama kali terlihat membesar di tengah hutan pada Jumat (23/10/2026) sore menjelang malam, sekitar pukul 18.30 WITA.
"Waktu lihat api dari jauh, saya ajak beberapa warga untuk mengecek. Tapi karena angin kencang dan api makin membesar, kami tidak berani mendekat dan cuma memantau dari jauh," ujar Jemi.
Dampak kebakaran ini membawa kerugian cukup besar bagi warga lokal. Pasalnya, dari total luas lima hektare lahan yang terbakar, sebagian besar merupakan perkebunan warga yang siap panen.
Tanaman produktif seperti kopi, alpukat, hingga durian milik warga setempat ikut hangus dilalap si jago merah. Sebagian area lain yang terdampak merupakan kawasan hutan lindung.
Proses pemadaman di lokasi kejadian menghadapi kendala berat. Armada dari Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Sumarorong tidak dapat menjangkau titik api akibat ketiadaan akses jalan kendaraan menuju area yang terbakar.
Guna mencegah perambatan api yang lebih luas, personel Polri bersama masyarakat setempat bergotong-royong memadamkan api secara manual menggunakan alat seadanya.
Hingga kini, penyebab pasti munculnya titik api masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Namun, kombinasi vegetasi rumput yang mengering akibat cuaca serta tiupan angin kencang disinyalir menjadi pemicu utama cepatnya perambatan api di lokasi.
Editor : Suandi
Artikel Terkait
