get app
inews
Aa Text
Read Next : Peringkat Tertinggi di Pulau Sulawesi, Pemprov Sulbar Raih Penghargaan dari Komisi Informasi

Anggaran Dipangkas, Ngantor 3 Hari, Pj Gubernur Sulbar: Ayo Ambil Cangkul

Kamis, 13 Februari 2025 | 08:04 WIB
header img
Pj Gubernur Sulbar Bahtiar Baharuddin saat silaturahmi dengan Pemda Pasangkayu. Foto: Ist

PASANGKAYU, iNewsMamuju.id - Pemerintah menginstruksikan pemangkasan anggaran dalam APBN dan APBD melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Kebijakan ini membuat banyak kepala daerah harus menyesuaikan anggaran secara mendadak. 

Selain itu, pemerintah pusat juga menetapkan aturan baru bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), yang hanya diwajibkan bekerja di kantor tiga hari dalam seminggu, sementara sisanya menerapkan sistem Work From Anywhere (WFA).

"Ayo ambil cangkul. Jangan malu malu. Sejak dulu saat di Sulsel sampai hari ini saya mendorong ASN dan warga agar memanfaatkan lahan lahan yang kosong untuk mengembangkan budidaya hortikultura dan perikanan" ujar Pj Gubernur Sulawesi Barat Bahtiar Baharuddin saat bersilaturrahmi bersama Wakil Bupati Pasangkayu Hj.Erny Agus, Rabu (12/2/2025).

Wabup, Erny Agus mengatakan, bahwa sebagai daerah yang sumber pendapatan utamanya adalah kelapa sawit terpaksa harus menyesuaikan dengan pemangkasan ini. 

"Kami daerah dipaksa untuk inovasi meningkatkan PAD. Sementara sumber utama adalah kelapa sawit. Kita tau bersama, berapa DBH dari pusat untuk daerah" lirihnya. 

Erny berharap kepada Bahtiar yang juga sebagai Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri untuk membantu Pemda Pasangkayu. 

"Kami butuh tangan dingin bapak untuk membantu karena dukungan bapak sangat penting. Kami sangat butuh investasi pak. Kami tau bapak memiliki tangan dingin yang kreativ meningkatkan PAD. Terima kasih bapak sudah memberikan inovasi dan kreativitas untuk kami. Terutama cavendis yang besok akan kita tanam," ucap Hj.Erny. 

Pj Bahtiar yang menanggapi permintaan Wabup Pasangkayu, mengaku Ia tak akan melupakan begitu saja Sulbar walaupun masa tugasnya hanya delapan bulan lebih dan akan berakhir 20 Februari 2025. 

Sulbar katanya, telah menjadi bagian hidupnya sehingga dukanya pun akan menjadi tanggungjawabnya. 

Akan tetapi dalam jangka pendek ini, apalagi menyiasati pemangkasan anggaran APBD dan mensiasati ketebatasan PAD maka tak ada jalan lain bagi Bahtiar adalah menciptakan lapangan kerja sendiri dengan pembudidaya hortikultura. 

Ia mendorong Green House perkecamatan yang menyediakan bibit hortikultura bagi warga. Mulai cabe, semangka, nenas, sayur sayuran, pisang dll. 

"Usulkan Green House per kecematan. Biayanya murah paling 200 jutaan. Dari green house itu kita bisa produksi bibit dan dibagi gratis kepada masyarakat" ujarnya 

Bahtiar mencontohkan dengan menanan massal cabe, ia menyakini akan meningkatkan pendapatan warga. 

"Menanam lima ribu pohon cabe maka dalam sebulan akan mendapatkan penghasilan sekitar 6 juta perbulan. Jika dua ribu pohon maka 3 jutaan perbulan" ulasnya sambil menceritakan pengalaman petani cabe Laskar Pelangi Salo Dua Enrekang Sulsel. Makanya lanjut Bahiar, warga di Pasangkayu memanfaatkan lahan lahan yang kosong selain tanaman sawit yang sudah lebih dahulu hadir bersama warga Pasangkayu. 

Jika persoalan cabe sudah selesai, katanya, telah membantu secara nasional sebab faktor cabe dapat mempengaruhi inflasi. Selain itu membantu pemerintah mewujudkan swasembada pangan. 

"Setidaknya kita dapat memenuhi pasar lokal. Sebab cabe yang ada di pasaran se Sulbar ini berasal dari Enrekang dan Toraja" pungkasnya. 

Selain itu dengan cara bertani hortikultura maka bagi ASN akan mengisi waktu kerja di saat pemerintah menerapkan WFA. 

Akan banyak waktu bagi ASN di rumah atau bekerja di mana saja asalkan lebih produktif. Banyak yang bisa ditanam kata Bahtiar, bukan hanya cabe tetapi ada Pisang Cavendis yang kini sudah mulai menjadi primadona warga Pasangkayu. 

"Minggu lalu saya panen di belakang rujab. Hanya 14 pohon. Jika terjual maka harganya mencapai 16 juta. Tapi kami belum jual sebab saya bagi bagikan kepada kepala OPD dulu. Saya hanya ingin membuktikan bahwa tamah Sulbar ini sangat subur. Dan cavendis adalah salah satu tanaman yang dapat meningkatkan penghasilan" urainya. 

Sementara itu mengenai rencana pembangunan Kawasan Industri di Kecamatan Tikke, Pasangkayu sebagaimana laporan Wabup Erny, Pj Bahtiar sangat mendukung sebab kehadiran kawasan industri akan merangsang investor masuk ke Pasangkayu. 

"Bu Wabup, setelah pelantikan nanti silahkan datang ke ruangan saya di Kemendagri. Nanti kita diskusikan dan bahas. Mengajak kementerian lain untuk ambil bagian" tutupnya.

Editor : Lukman Rahim

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut