get app
inews
Aa Text
Read Next : Resmi Dilantik, Ini Pimpinan DPRD Pasangkayu Masa Jabatan 2024-2029

Ambulans Terhambat BBM, Anggota DPRD Pasangkayu Protes di Video

Selasa, 25 Februari 2025 | 18:03 WIB
header img
Ambulance terparkir lama di SPBU Ako untuk menunggu pengisian solar. Foto: iNewsMamuju.id / Roy Mustari

PASANGKAYU, iNewsMamuju.id – Sebuah kejadian mengejutkan terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Ako, Kabupaten Pasangkayu, saat seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Lubis, mendapati sebuah mobil ambulans yang terparkir lama karena tidak mendapatkan pelayanan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM). Kejadian ini terpantau pada pukul 19.21 WITA, saat Lubis yang kebetulan berada di lokasi SPBU, berinteraksi dengan sopir ambulans yang sedang menunggu pengisian solar.

Menurut Lubis, awalnya ia datang ke SPBU untuk mengisi BBM, namun ia melihat mobil ambulans yang sudah terparkir di area pengisian tanpa mendapat pelayanan. Saat dihampiri, sopir ambulans mengungkapkan bahwa mereka telah menunggu sejak pukul 03.00 sore untuk mendapatkan pengisian solar, namun hingga malam hari mobil tersebut belum dilayani. Sopir ambulans mengungkapkan bahwa pihak SPBU memberi alasan bahwa pompa pengisian BBM rusak dan tidak ada jaringan untuk barcode.

"Karyawan SPBU Ako mengatakan tidak ada jaringan untuk barcode dan pompa rusak, jadi kami harus menunggu lebih lama lagi. Sementara itu, sopir ambulans sudah menunggu sejak sore dan masih belum ada kejelasan," kata Lubis, yang juga merekam kejadian tersebut melalui video dengan handphone miliknya.

Lubis melanjutkan, malam itu dirinya sempat berusaha membangunkan karyawan SPBU Ako yang sedang tertidur pulas, namun tidak ada yang bisa memberikan penjelasan lebih lanjut terkait masalah yang terjadi.

"Karyawan SPBU Ako tertidur pulas dan tidak ada satu pun yang bisa memberikan penjelasan kenapa ambulans tersebut dibiarkan terparkir sampai malam hari," ujarnya.

Setelah kejadian tersebut, pihak pengelola SPBU Ako, Ari, memberikan klarifikasi mengenai situasi tersebut. Ia menyampaikan bahwa saat itu cuaca sedang buruk, dengan hujan deras disertai petir yang menyambar. Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada peralatan, pihak SPBU terpaksa mematikan stabilizer (stavolt) listrik yang mengakibatkan pompa BBM tidak dapat berfungsi.

"Ada angin kencang dan petir menyambar, sehingga kami mematikan stavolt listrik agar pompa tidak rusak. Sopir ambulans datang sekitar pukul 05.00 sore dan sudah diberi tahu untuk menunggu," jelas Ari melalui pesan WhatsApp.

Terkait kejadian tersebut, Lubis mengungkapkan rasa kecewa dan kekesalannya. Ia kemudian memutuskan untuk mengunggah video dan foto kejadian di akun Facebook-nya dengan menuliskan keterangan, "Lagi dan Lagi... Mobil Ambulans dari Bambalamotu, dari jam 3 menunggu pengisian Solar di SPBU AKO tapi tidak dilayani, dengan alasan rusak pompanya. SPBU Bulcin alasannya habis Solarnya. Akhirnya terlantar di SPBU, dari jam 3 sampai jam 07:21 malam." Postingan tersebut langsung mendapatkan perhatian dari warganet, dengan lebih dari 70 komentar dan 14 kali dibagikan.

Meski pihak pengelola SPBU memberikan klarifikasi, kejadian ini tetap memicu perbincangan hangat di kalangan masyarakat Pasangkayu. Warga berharap agar kejadian serupa tidak terulang lagi, terutama pada layanan pengisian BBM untuk kendaraan-kendaraan yang sangat membutuhkan, seperti ambulans.
 

Editor : A. Rudi Fathir

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut