Musnahkan 1.435 Botol Miras di Ramadan, Polresta Mamuju Sikat Habis Peredaran Ballo!
MAMUJU, iNewsMamuju.id – Komitmen tegas menjaga keamanan selama bulan suci Ramadan ditunjukkan Polresta Mamuju dengan memusnahkan 1.435 botol minuman keras (miras) beralkohol dan hampir 200 liter minuman tradisional jenis ballo atau cap tikus. Ribuan barang bukti tersebut merupakan hasil Operasi Pekat Marano 2026 yang digelar di sejumlah wilayah Kabupaten Mamuju.
Pemusnahan dilakukan di halaman Mapolsek Mamuju, Selasa (24/2/2026), disaksikan unsur tokoh masyarakat dan organisasi keagamaan. Botol-botol miras yang dimusnahkan terdiri dari berbagai merek pabrikan dengan kadar alkohol mulai 20 persen hingga di atas 40 persen. Seluruhnya diamankan dari lokasi yang dinilai cukup masif memperjualbelikan minuman keras kepada masyarakat.
Kapolresta Mamuju, Kombes Pol Ferdyan Indra Fahmi, menegaskan langkah ini merupakan bagian dari upaya menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif selama Ramadan.
“Tujuan kami untuk menjamin masyarakat dapat menunaikan ibadah puasa dan ibadah lainnya dengan aman, tanpa gangguan baik dari sisi kamtibmas maupun potensi tindakan kriminalitas,” tegasnya.
Menurut Ferdyan, jumlah miras yang dimusnahkan tergolong sangat signifikan. Jika dikonversi, satu liter minuman keras bisa dikonsumsi empat orang. Dengan total barang bukti yang diamankan, diperkirakan dapat dikonsumsi sekitar 7.000 orang.
“Artinya ini bukan jumlah kecil. Dampaknya bukan hanya mengganggu kekhusyukan ibadah puasa, tetapi juga berpotensi memicu tindak kriminalitas seperti perkelahian, kecelakaan, hingga kekerasan,” ujarnya.
Operasi Pekat Marano 2026 sendiri menyasar berbagai penyakit masyarakat, termasuk peredaran miras ilegal yang kerap menjadi pemicu gangguan keamanan. Polresta Mamuju memastikan razia akan terus dilakukan secara intensif, terutama selama Ramadan, guna menekan angka kriminalitas dan menjaga stabilitas wilayah.
Kegiatan pemusnahan turut dihadiri Anggota DPD RI H. Almalik Pababari selaku tokoh masyarakat, Ketua MUI Mamuju, Ketua GP Ansor, serta sejumlah undangan lainnya. Kehadiran para tokoh ini menjadi simbol dukungan moral terhadap upaya kepolisian dalam menjaga ketertiban dan ketenangan masyarakat selama bulan penuh berkah.
Dengan dimusnahkannya ribuan botol miras dan ratusan liter ballo ini, aparat kepolisian mengirim pesan tegas: tidak ada ruang bagi peredaran minuman keras yang merusak ketertiban umum di Mamuju. Ramadan harus berjalan aman, damai, dan penuh kekhusyukan bagi seluruh masyarakat.
Editor : A. Rudi Fathir