Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Angin Kencang Picu Api Cepat Meluas, 4 Hektare Lahan Warga di Malunda Majene Hangus Terbakar
Advertisement . Scroll to see content

Nazar Jalan Kaki Pakai Pampers Usai Portugal Kalah, Pria di Majene Tumbang Setelah Berjalan 5 Jam

Selasa, 07 Juli 2026 | 21:17 WIB
  • author Suandi
Nazar Jalan Kaki Pakai Pampers Usai Portugal Kalah, Pria di Majene Tumbang Setelah Berjalan 5 Jam
Seorang pria asal Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat bernama Parman S terpaksa dilarikan ke pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) setelah kondisi fisiknya drop saat menunaikan nazarnya. (Foto: istimewa).

MAMUJU, iNewsMamuju.id - Seorang pria asal Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat bernama Parman S terpaksa dilarikan ke pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) setelah kondisi fisiknya drop saat menunaikan nazarnya pada Selasa (7/7/2026).

Parman sebelumnya berjanji di media sosial akan berjalan kaki jika tim sepak bola Spanyol berhasil mengalahkan Portugal. Setelah tim pilihannya kalah (Portugal), ia pun nekat membuktikan ucapannya dengan berjalan kaki dari Malunda menuju Sendana.

Hanya Mengenakan Pampers Saat Berjalan

Aksi nekat Parman menyita perhatian warga di sepanjang jalan Trans-Sulawesi. Pasalnya, ia berjalan kaki dengan penampilan yang tidak biasa demi memenuhi janji ekstremnya tersebut.

Saat melakukan aksi jalan kaki di bawah terik matahari, Parman terlihat bertelanjang dada tanpa mengenakan baju. Ia hanya memakai celana ketat panjang (legging) berwarna hitam, yang kemudian dilapisi dengan popok dewasa atau pampers putih di bagian luarnya.

Untuk alas kaki, ia mengenakan sepatu olahraga berwarna biru dengan sol merah-putih. Penampilannya kian mencolok karena ia juga mengalungkan sebuah papan atau tanda kecil di dadanya serta memakai kacamata yang diletakkan di atas kepala saat berjalan memimpin rombongan kecil warga dan anak-anak yang mengiringinya.

Tumbang dan Dilarikan ke Puskesmas

Namun, kekuatan fisik Parman ada batasnya. Setelah menempuh perjalanan sekitar lima jam, kondisi kesehatannya menurun drastis saat tiba di kawasan Bonde-bonde, Desa Onang. 

Pandangannya mulai berkunang-kunang hingga ia nyaris pingsan dan segera dievakuasi ke UGD Puskesmas Sendana 2.

Saat menjalani perawatan medis di atas ranjang UGD, Parman tampak terkulai lemas dengan kondisi tetap bertelanjang dada dan masih mengenakan celana legging hitam berlapis pampers putihnya. 

Di lengan kanan atasnya, terpasang manset tensimeter digital berwarna merah muda yang digunakan petugas medis untuk memantau tekanan darahnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Sendana, tekanan darah Parman drop di angka 90/60 mmHg. Pihak puskesmas menyatakan kondisi ini dipicu karena Parman terlalu banyak begadang sebelum melakukan aksi jalan kaki, sehingga tubuhnya kekurangan stamina.

Petugas medis pun memberikan rekomendasi tegas agar Parman menghentikan total perjalanannya hari itu karena dinilai dapat membahayakan keselamatan jiwanya.

Perjalanan Ditunda Besok

Sesuai saran dokter dan demi memulihkan kondisinya, Parman akhirnya memutuskan untuk beristirahat total malam ini di wilayah Sendana. 

Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada rekan-rekan dan warga yang telah menunggunya di titik finis.

"Niat saya harus finish ini malam, namun sedikit saya mengalami kurang sehat jadi dokter menyarankan untuk saya putar balik untuk istirahat ini malam," tulis Parman.

Rencananya, Parman akan memulihkan staminanya terlebih dahulu dan menjadwalkan ulang kelanjutan sisa rute nazarnya pada esok hari, Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 15.00 WITA, dimulai dari Puskesmas Sendana dengan tujuan akhir di Somba.

Editor: A. Rudi Fathir

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut