Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 130 Atlet Unjuk Gigi di Kejurprov Bulutangkis Sulbar 2026, Cari Bibit Unggul ke Pentas Nasional
Advertisement . Scroll to see content

Perdana di Pangajoang Mamuju Tengah, 18 Anak Khatam Al-Qur'an Diarak 10 Kuda Sayyang Pattudu

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:45 WIB
  • author Wahid
Perdana di Pangajoang Mamuju Tengah, 18 Anak Khatam Al-Qur'an Diarak 10 Kuda Sayyang Pattudu
Suasana semarak dan penuh khidmat mewarnai wilayah Pangajoang, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Sabtu (24/10/2026).

MAMUJU TENGAH , iNewsMamuju.id - Suasana semarak dan penuh khidmat mewarnai wilayah Pangajoang, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Sabtu (24/10/2026).

Untuk pertama kalinya, perayaan khataman Al-Qur’an Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Al-Ihsan dipadukan dengan tradisi kebudayaan khas masyarakat Mandar, yakni Sayyang Pattudu (kuda menari).

Sebanyak 18 anak yang didominasi usia 10 tahun ke atas merayakan momen kebahagiaan mereka setelah berhasil menyelesaikan bacaan 30 juz Al-Qur’an.

Kemewahan dan nilai kearifan lokal begitu terasa saat para peserta diarak mengelilingi kawasan setempat menggunakan 10 ekor kuda Sayyang Pattudu yang telah dihias indah.

Pimpinan TPA Al-Ihsan, Muhammad Ramli, mengungkapkan bahwa perhelatan perdana ini dirancang tidak hanya sebagai momentum apresiasi keagamaan, tetapi juga untuk menanamkan rasa cinta terhadap warisan budaya daerah.

"Ini merupakan kali pertama kami melaksanakan khataman Al-Qur’an di TPA Al-Ihsan Pangajoang," ujar Muhammad Ramli di lokasi acara.

Ia menjelaskan bahwa dalam tradisi masyarakat Mandar, Sayyang Pattudu secara turun-temurun digelar khusus sebagai bentuk penghargaan tertinggi bagi anak-anak yang telah khatam Al-Qur'an.

"Kami berharap kegiatan ini menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus belajar mengaji dan memperdalam ilmu agama," tambahnya.

Prosesi Sayyang Pattudu ini menyedot perhatian warga sekitar karena kehadiran kuda-kuda terlatih yang mahir menari mengikuti irama tabuhan rebana.

Muhammad Ramli menjelaskan, sebanyak 10 ekor kuda yang diterjunkan dalam pawai adat tersebut tidak berasal dari satu tempat saja, melainkan didatangkan dari beberapa wilayah tetangga.

"Kuda-kuda yang digunakan berasal dari wilayah Topore, Batupapan, dan Kira," terang Ramli.

Kuda-kuda tersebut merupakan hewan pilihan yang telah dilatih secara khusus untuk menghadiri berbagai acara adat besar, termasuk prosesi pengarakan anak khatam Al-Qur'an.

Melalui perpaduan syiar Islam dan atraksi budaya ini, pihak pengelola TPA Al-Ihsan berharap generasi muda di Mamuju Tengah semakin termotivasi untuk menuntaskan bacaan Al-Qur'an.

"Melalui Sayyang Pattudu, kami ingin menjaga tradisi budaya Mandar agar tetap dikenal oleh generasi muda," kata Ramli.

Ia juga menyampaikan harapan agar kolaborasi kegiatan keagamaan dan kebudayaan ini dapat terus dilaksanakan secara rutin pada tahun-tahun mendatang.

Dukungan penuh dari orang tua murid, tokoh masyarakat, serta warga setempat menjadi kunci suksesnya penyelenggaraan acara perdana tersebut.

"Harapan kami ini dapat menjadi agenda berkelanjutan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga nilai keagamaan sekaligus melestarikan budaya lokal," pungkasnya.

Editor: Suandi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut