Gerbang Kantor Gubernur Ditutup akibat Demo Aktivis Botteng, ASN Terjebak Tak Bisa Keluar-Masuk
MAMUJU, iNewsMamuju.id - Aksi unjuk rasa yang digelar aliansi pemuda dan Aktivis Botteng berimbas pada lumpuhnya akses utama di kawasan Kantor Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Senin (13/7/2026).
Penutupan total seluruh pintu gerbang membuat sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) terjebak dan tidak dapat melakukan mobilitas keluar maupun masuk area perkantoran.
Berdasarkan pantauan terperinci di lokasi kejadian, ketegangan mulai meningkat saat massa aksi memutuskan untuk memblokade pintu gerbang utama kompleks Kantor Gubernur.
Pintu gerbang besi berukuran besar tampak ditutup rapat dan dijaga ketat, baik oleh perwakilan massa aksi maupun barisan aparat keamanan.
Kondisi ini mengakibatkan puluhan pegawai Pemprov Sulbar yang hendak keluar untuk keperluan dinas maupun istirahat tertahan di dalam area kompleks.
Sebaliknya, sejumlah pegawai dan tamu yang baru tiba terpaksa memarkirkan kendaraannya di luar perimeter atau menunggu di depan gerbang yang terhalang barikade.
Penutupan akses ini tidak hanya berdampak di titik unjuk rasa, melainkan memicu efek domino pada kelancaran arus lalu lintas di sekitarnya.
Jalur utama di luar kompleks perkantoran mengalami kemacetan yang cukup panjang.
Antrean kendaraan roda empat dan roda dua terlihat mengular di bawah teriknya cuaca siang hari.
Beberapa pengendara mobil terpaksa menghentikan kendaraan mereka di bahu jalan karena jalur terhambat oleh konsentrasi massa dan kendaraan pengunjuk rasa yang terparkir.
"Hari ini kami mencari keputusan, dipercayakan sebagai kaum intelektual untuk mewakili, menyampaikan sebuah rasio," ujar Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Ramli, saat menjelaskan dasar gerakan mereka.
Massa menegaskan tidak akan membuka blokade hingga mendapat respons konkret dari pihak Pemerintah Provinsi maupun DPRD Sulawesi Barat terkait tuntutan pembebasan lahan kebun dari status hutan lindung serta penolakan terhadap eksploitasi Logam Tanah Jarang (LTJ).
Hingga sore hari, suasana di sekitar gerbang luar Kantor Gubernur Sulbar masih dipadati oleh kendaraan yang terjebak antrean.
Di sisi lain, sejumlah ASN dan pegawai swasta di sekitar lokasi memilih bertahan di area teduh sambil menunggu perkembangan situasi dan dibukanya kembali akses jalan oleh pihak berwenang.
Editor : A. Rudi Fathir