Ditemukan Tewas, Penyelenggara Bimas Hindu Kemenag Mamuju Sudah 6 Bulan Tak Berkantor Idap Anxiety
MAMUJU, iNewsMamuju.id - Suasana duka menyelimuti Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Pambo (55), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjabat sebagai Penyelenggara Bimas Hindu, ditemukan tewas tergantung di area perkebunan Simboro, Senin (20/7/2026).
Di balik peristiwa tragis tersebut, terungkap korban ternyata sudah sekitar setengah tahun tidak aktif menjalankan aktivitas kedinasannya.
Kepala Kantor Kemenag Mamuju, H. Ramli, membenarkan bawahannya tersebut sudah tidak pernah berkantor sejak Januari 2026.
Ramli, yang baru mengemban tugas memimpin Kemenag Mamuju sejak April lalu, bahkan mengaku belum pernah bertatap muka langsung dengan korban selama masa dinasnya.
"Saya baru pindah ke sini bulan April, jadi tidak pernah ketemu di kantor. Berdasarkan informasi yang saya terima, sebelum saya menjabat pun beliau memang sudah tidak masuk sejak Januari karena sakit," ujar Ramli saat dikonfirmasi, Senin (20/7/2026).
Alami Asam Lambung dan Kecemasan Berlebih
Di mata rekan sejawatnya, Pambo dikenal sebagai pribadi yang hangat dan berintegritas. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, kondisi kesehatan fisik disinyalir mulai memengaruhi ketenangan psikologis korban.
Menurut kesaksian rekan seruangannya, korban kerap mengeluhkan penyakit lambung akut yang dideritanya. Penyakit tersebut diduga memicu gangguan kecemasan yang parah.
"Kata teman satu ruangannya, almarhum sempat mengalami anxiety (kecemasan berlebih). Informasinya, pemicu utamanya adalah penyakit Gerd (asam lambung) yang dideritanya," ungkap Ramli.
Terkait spekulasi dan penyebab pasti kematian Pambo, pihak Kemenag Mamuju memilih untuk menahan diri dan mempercayakan seluruh proses investigasi kepada aparat penegak hukum.
"Kami tidak boleh mengada-ada atau berspekulasi. Proses penyelidikan terkait penyebab dan motif kematian sepenuhnya kami serahkan kepada pihak kepolisian," tegas Ramli.
Saat ini, aparat Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mamuju masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan bukti-bukti medis untuk mengungkap tabir di balik kematian sang Penyelenggara Bimas Hindu tersebut.
Editor: A. Rudi Fathir