Kabid Humas Polda Sulbar Sebut Polisi Dikeroyok saat Datang Lerai Perkelahian di Tapalang
MAMUJU, iNewsMamuju.id - Seorang anggota Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Barat menjadi korban pengeroyokan saat berupaya menghentikan perkelahian di Kelurahan Kasambang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Minggu (2/8/2026) malam.
Peristiwa tersebut mendapat perhatian Polda Sulbar. Kabid Humas Polda Sulbar, Kombes Pol. Memo Ardian, menegaskan bahwa anggota polisi itu datang ke lokasi semata-mata untuk melerai keributan, bukan terlibat dalam konflik.
"Anggota datang ke tempat kejadian untuk melerai perkelahian. Namun justru menjadi korban pengeroyokan," kata Memo Ardian, Senin (3/8/2026).
Menurut Memo, saat kejadian anggota tersebut sedang berada di sekitar lokasi karena rumahnya berada tidak jauh dari tempat keributan.
Ketika melihat terjadi perkelahian, anggota polisi itu berinisiatif mendatangi lokasi untuk mencegah bentrokan semakin meluas.
Namun, situasi yang sudah memanas membuat kehadiran anggota polisi itu disalahartikan oleh sejumlah orang.
Akibat salah paham tersebut, korban diduga dianggap sebagai salah satu pihak yang terlibat dalam perkelahian hingga akhirnya menjadi sasaran pengeroyokan.
Akibat kejadian itu, anggota Polda Sulbar mengalami luka-luka.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, keributan bermula dari dugaan seorang pemuda yang merekam dua perempuan saat sedang buang air kecil di toilet Masjid Kasambang.
Aksi tersebut memicu kemarahan keluarga korban hingga terjadi perkelahian antarwarga.
Saat situasi memanas, anggota Polda Sulbar yang kebetulan melintas berusaha melerai. Namun upaya tersebut justru berujung pada aksi pengeroyokan terhadap dirinya.
Memo memastikan kepolisian akan mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk dugaan pengeroyokan terhadap anggota polisi maupun peristiwa yang menjadi pemicu keributan.
"Kasus ini sedang ditangani dan kami akan menindak sesuai proses hukum yang berlaku," ujarnya.
Penyidik Polresta Mamuju kini masih mengumpulkan keterangan saksi dan mendalami rangkaian kejadian untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.
Editor : A. Rudi Fathir