get app
inews
Aa Text
Read Next : Mandi Bersama Teman, Bocah 9 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Budong-Budong Mamuju Tengah

Abrasi Gerus Akses Pelabuhan Budong-Budong, Jalur Distribusi CPO Terancam Lumpuh

Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:42 WIB
header img
Truk yang meilntas menuju akses utama menuju Pelabuhan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah. (Foto: Istimewa).

MAMUJU TENGAH, iNewsMamuju.id - Abrasi dan hantaman gelombang laut mengancam akses utama menuju Pelabuhan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah. Kerusakan yang terjadi pada badan jalan beton membuat jalur vital tersebut nyaris terputus dan berpotensi mengganggu distribusi crude palm oil (CPO) dari kawasan perkebunan menuju pelabuhan.

Pantauan di lokasi pada Selasa (4/8/2026) menunjukkan bagian bawah konstruksi jalan mengalami pengikisan cukup parah. Tanah penyangga di bawah badan jalan hilang akibat abrasi sehingga menyisakan rongga yang berisiko menyebabkan jalan ambruk jika terus dilalui kendaraan bertonase besar.

Jalan sepanjang sekitar 7,5 kilometer dengan lebar 5 meter itu menjadi satu-satunya akses utama menuju Pelabuhan Budong-Budong. Setiap hari, jalur tersebut dilintasi truk tangki pengangkut CPO dari pabrik kelapa sawit untuk kegiatan bongkar muat sebelum dikirim ke berbagai daerah.

Petugas Pelabuhan Budong-Budong, Ardi, mengatakan kerusakan paling parah berada di bagian bawah konstruksi jalan yang terus terkikis gelombang laut.

"Jika tidak segera ditangani, abrasi yang terus mengikis badan jalan dikhawatirkan akan memutus akses menuju pelabuhan dan mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat maupun distribusi komoditas CPO," kata Ardi.

Ia menjelaskan, panjang bagian jalan yang kehilangan tanah penyangga mencapai sekitar 30 hingga 40 meter.

"Kalau yang paling parah itu, dasar beton sudah kosong sekitar 30 sampai 40 meter. Makanya kami pasang penanda karena khawatir jalan ambruk saat dilintasi kendaraan," ujarnya.

Menurut Ardi, jalan tersebut dibangun oleh Dinas PUPR Provinsi Sulawesi Barat melalui pendanaan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada 2021. Setelah itu, penanganan lanjutan dilakukan menggunakan APBD Provinsi Sulawesi Barat dan APBN melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah.

Kini, warga dan pengguna pelabuhan berharap penanganan darurat segera dilakukan. Selain membahayakan keselamatan pengguna jalan, putusnya akses menuju Pelabuhan Budong-Budong berpotensi menghambat arus distribusi CPO yang menjadi salah satu komoditas utama dari Mamuju Tengah.

Editor : A. Rudi Fathir

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut