Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Gedung Baru Puskesmas Salupangkang Retak, Pasien dan Keluarga Khawatir Ambruk
Advertisement . Scroll to see content

Puskesmas Salupangkang Retak Parah, Dinkes Mateng Cari Tim Ahli

Rabu, 09 September 2026 | 10:30 WIB
  • author wahid
Puskesmas Salupangkang Retak Parah, Dinkes Mateng Cari Tim Ahli
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju Tengah, Very Firmansyah Foto: iNewsMamuju.id

MAMUJU TENGAH, iNewsMamuju.id – Kondisi gedung UPTD Puskesmas Salupangkang, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, yang mengalami keretakan di sejumlah bagian mendapat perhatian serius dari Dinas Kesehatan Mamuju Tengah.

Keretakan terlihat pada beberapa bagian bangunan, termasuk area yang digunakan untuk pelayanan kesehatan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena menyangkut keselamatan pasien maupun tenaga kesehatan yang setiap hari beraktivitas di dalam maupun sekitar gedung puskesmas.

Dinas Kesehatan Mamuju Tengah kini mengambil langkah antisipasi dengan mencari tim ahli untuk melakukan pemeriksaan teknis terhadap kondisi bangunan. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mengetahui tingkat kerusakan sekaligus memastikan keamanan gedung sebelum pelayanan kembali dilakukan secara normal.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju Tengah, Very Firmansyah, mengatakan pihaknya telah melakukan penanganan awal sembari menunggu pemeriksaan dari tim ahli.

“Untuk sementara kita melakukan penanganan, termasuk mencari tim ahli untuk menilai kerusakan bangunan,” kata Very, Selasa (8/9/2026).

Sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan risiko, pelayanan kesehatan di Puskesmas Salupangkang untuk sementara dialihkan ke sejumlah fasilitas kesehatan terdekat.

Khusus pelayanan pasien rawat inap, pasien diarahkan ke Puskesmas Topoyo, Puskesmas Lara, dan Puskesmas Tobadak. Kebijakan tersebut dilakukan agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan tanpa mengabaikan faktor keselamatan.

Very menjelaskan, pengalihan pelayanan dilakukan selama kondisi bangunan masih dalam proses pemeriksaan dan belum diketahui secara pasti tingkat kerusakannya.

“Keretakan struktur bangunan diduga dipicu adanya pergeseran tanah,” ujar Very.

Selain dugaan pergeseran tanah, getaran dari kendaraan besar dan berat yang melintas di jalan poros di sekitar lokasi juga diduga turut memengaruhi kondisi bangunan.

Namun, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan akhir. Dinas Kesehatan Mamuju Tengah masih menunggu hasil pemeriksaan teknis dari tim ahli untuk memastikan penyebab keretakan dan tingkat keamanan struktur bangunan.

Hasil kajian nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dan Dinas Kesehatan dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya, termasuk apakah gedung masih dapat digunakan, membutuhkan perbaikan, atau memerlukan tindakan teknis lainnya.

Di sisi lain, pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap menjadi perhatian utama. Dengan dialihkannya sementara pelayanan rawat inap ke sejumlah puskesmas terdekat, masyarakat diharapkan tetap mendapatkan akses layanan kesehatan selama proses pemeriksaan Puskesmas Salupangkang berlangsung.

Dinas Kesehatan Mamuju Tengah juga akan terus memantau perkembangan kondisi bangunan hingga diperoleh hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan secara teknis.

Langkah tersebut menjadi penting untuk memastikan setiap keputusan terkait keberlanjutan pelayanan di Puskesmas Salupangkang tidak hanya mempertimbangkan aspek pelayanan publik, tetapi juga mengutamakan keselamatan pasien dan tenaga kesehatan.

Editor: A. Rudi Fathir

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut