Percepat Penemuan Kasus HIV, Pemprov Sulbar Rangkul Dokter Mandiri dan Rutan
MAMUJU, iNewsMamuju.id - Upaya menekan angka penularan HIV dan mempercepat penemuan kasus di Sulawesi Barat (Sulbar) terus dipacu. Kabupaten Mamuju kini menjadi wilayah percontohan skema District-Based Public Private Community Partnership (PPCP) guna memperluas akses deteksi dini hingga pengobatan pengidap HIV.
Melalui skema ini, penanganan HIV tidak lagi hanya dibebankan pada rumah sakit atau puskesmas milik pemerintah, tetapi juga melibatkan klinik swasta, praktik mandiri, rumah tahanan (rutan), hingga komunitas lokal.
Langkah kolaboratif ini diperkuat melalui pelatihan langsung (On the Job Training/OJT) bagi para tenaga kesehatan dan penyedia layanan di Mamuju, Jumat (9/10/2026).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2KL) DKPPKB Provinsi Sulbar, dr. Muh. Ihwan, mengungkapkan bahwa keterlibatan lintas sektor menjadi krusial untuk menjangkau Orang dengan HIV (ODHIV) yang selama ini belum terdeteksi.
"Kemitraan ini menjadi ruang koordinasi agar penemuan kasus, pemberian terapi antiretroviral (ARV), hingga pendampingan pasien bisa berjalan terarah dan berkesinambungan," ujar Ihwan dalam keterangannya.
Selama ini, tantangan utama dalam penanganan HIV adalah mengawal pasien agar tetap konsisten menjalani pengobatan. Integrasi antara fasilitas kesehatan pemerintah, swasta, dan komunitas diharapkan mampu memangkas hambatan aksesibilitas serta stigma di masyarakat.
Pelatihan lapangan yang diberikan kepada para tenaga medis berfokus pada empat poin utama:
Peningkatan jangkauan pemeriksaan HIV di masyarakat.
- Percepatan penemuan kasus baru.
- Kemudahan akses terhadap terapi ARV.
- Pendampingan pasien agar tidak putus berobat.
Sinergi ini ditargetkan mampu mendorong percepatan capaian target global 95-95-95 menuju Ending AIDS pada tahun 2030 mendatang.
Langkah ini sekaligus mendukung komitmen Pemprov Sulbar dalam memperkuat kualitas pelayanan kesehatan umum serta perlindungan bagi kelompok rentan di wilayah tersebut.
Editor: Suandi