Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : ​Korsleting Listrik Ratakan 2 Rumah di Mamasa, Uang Puluhan Juta Hangus Kerugian Rp150 Juta
Advertisement . Scroll to see content

Karhutla di Mamasa Mengancam Permukiman, Api Sulit Dipadamkan akibat Tebing Curam

Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:15 WIB
  • author Gidion Pasande
Karhutla di Mamasa Mengancam Permukiman, Api Sulit Dipadamkan akibat Tebing Curam
Kebakaran menghanguskan lahan milik warga seluas kurang lebih satu hektare di Kecamatan Pana Kabupaten Mamasa. Foto: iNewsMamuju.id

MAMASA, iNewsMamuju.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda area perbukitan di Dusun Saloan, Desa Saloan, Kecamatan Pana, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Jumat (16/10/2026). Kebakaran yang mulai terpantau sekitar pukul 13.10 WITA tersebut menghanguskan lahan milik warga seluas kurang lebih satu hektare.

Proses pemadaman menghadapi kendala serius akibat kondisi geografis lokasi yang terjal, dipenuhi semak belukar, serta memiliki tebing curam. Medan tersebut menyulitkan petugas dan masyarakat untuk menjangkau titik api sekaligus meningkatkan risiko keselamatan selama proses penanganan.

Akses kendaraan menuju lokasi kebakaran juga terbatas. Kendaraan hanya dapat diparkir sekitar 100 meter dari tempat kejadian perkara (TKP), sehingga personel dan warga harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menembus semak belukar untuk mencapai area yang terbakar.

Kondisi tersebut membuat upaya pemadaman api tidak berjalan mudah. Terlebih, titik kebakaran berada sekitar 300 meter dari permukiman warga terdekat, sehingga masyarakat tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan api menjalar ke rumah penduduk.

Hingga pukul 18.00 WITA, situasi di sekitar lokasi dilaporkan aman dan kondusif. Namun, proses pemadaman secara menyeluruh masih menghadapi tantangan akibat kondisi medan yang sulit dijangkau.

Lahan yang terbakar terdiri atas area nonproduktif berupa semak belukar dan pohon pinus, serta lahan produktif yang ditanami kopi. Sejumlah pemilik lahan yang terdampak kebakaran tersebut diketahui bernama Ambe Bongga, Nene Lude, Nenen Tonglo, dan Nene Lungan.

Berdasarkan keterangan warga setempat, api diduga bermula dari kawasan pinggir jalan poros Tabang–Pana sebelum menjalar ke lahan milik warga di wilayah Mandapa. Dugaan sementara, kebakaran berkaitan dengan aktivitas pembukaan lahan menggunakan metode pembakaran.

Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih perlu dipastikan lebih lanjut. Kerugian materiil akibat peristiwa tersebut juga belum dapat ditaksir.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Personel Polsek Pana terus mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat tindakan tersebut berpotensi memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama saat api menjalar ke kawasan perbukitan.

Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun aparat kepolisian apabila menemukan titik api baru di wilayahnya.

Peristiwa kebakaran ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap karhutla, khususnya di wilayah Mamasa yang memiliki kawasan perbukitan dengan akses terbatas. Pencegahan sejak dini dan keterlibatan masyarakat sangat diperlukan untuk meminimalkan risiko kebakaran meluas serta melindungi permukiman dan lahan produktif milik warga.

Editor: A. Rudi Fathir

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut