Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Sisir Desa Terpencil, Program Pelita Sulbar Galang Dukungan BUMN Salurkan Listrik Gratis
Advertisement . Scroll to see content

Bukan Geotermal Maupun Gunung Api! Ini Pemicu Tanah Berasap di Mamuju yang Viral

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:06 WIB
  • author Irfandi
Bukan Geotermal Maupun Gunung Api! Ini Pemicu Tanah Berasap di Mamuju yang Viral
Tim Bidang Geologi dan Air Bawah Tanah Dinas ESDM Sulbar bersama tim teknis PT Perminas terjun langsung melakukan pemeriksaan geologi di lokasi kejadian, Senin (19/10/2026).

MAMUJU, iNewsMamuju.id - Teka-teki mengenai fenomena unik tanah mengeluarkan asap yang mendadak viral di Desa Botteng, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, akhirnya terkuak. Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan kepulan asap tersebut murni berasal dari sisa pembakaran sampah yang tertimbun tanah.

Kepastian ini diperoleh setelah Tim Bidang Geologi dan Air Bawah Tanah Dinas ESDM Sulbar bersama tim teknis PT Perminas terjun langsung melakukan pemeriksaan geologi di lokasi kejadian, Senin (19/10/2026).

Dari hasil observasi struktur tanah dan studi geologi regional, petugas menegaskan tidak ditemukan adanya indikasi manifestasi geologi aktif seperti energi panas bumi (geotermal), aktivitas vulkanik, ataupun pembakaran lahan gambut.

Kepala Bidang Geologi dan Air Bawah Tanah Dinas ESDM Sulbar, Wisnu Hasta Praja, menjelaskan bahwa tanah di lokasi tersebut berjenis Podsolik Merah Kuning.

"Berdasarkan hasil pemetaan, lokasi ini bukan lahan gambut. Kami juga tidak menemukan indikasi hidrotermal seperti fumarol. Asap yang keluar murni akibat proses pembakaran anaerobik dari sampah plastik yang tertimbun tanah," ujar Wisnu.

Wisnu juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada isu liar di media sosial dan mengonfirmasi fenomena tak biasa kepada instansi berwenang agar tidak menimbulkan keresahan publik.

Berdasarkan penelusuran di lapangan, lokasi tersebut dulunya merupakan tempat pembibitan tanaman kakao yang sering dijadikan area pembuangan sampah rumah tangga dan polibag plastik.

Fadhillah, warga setempat yang membakar sampah di area tersebut, menceritakan awal mula terjadinya fenomena itu. Ia mengaku sengaja menimbun sisa pembakaran menggunakan tanah karena khawatir api merembet ke kebun durian di sekitarnya.

"Awalnya saya membakar sampah polibag dan plastik. Karena apinya membesar dan takut menjalar ke kebun durian, saya inisiatif menimbun sisa pembakaran itu dengan tanah supaya mati. Tapi anak-anak yang bermain menusuk-nusuk tanah itu pakai kayu sampai berlubang, jadi asapnya keluar dan direkam sampai viral," tutur Fadhillah.

Aksi penimbunan tanah di atas bara yang belum sepenuhnya padam membuat proses pembakaran berlanjut tanpa udara cukup (anaerobik), sehingga menghasilkan hawa panas dan asap yang mengepul keluar dari lubang pori-pori tanah.

Guna menghentikan fenomena tersebut, tim ESDM merekomendasikan warga untuk membongkar timbunan tanah dan menyiram bara sampah dengan air hingga suhu tanah kembali normal.

Editor: Suandi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut