Hasil Evaluasi Pastipadu Sulbar: Angka Stunting Turun 26 Persen, Kunjungan Posyandu Masih PR Besar
MAMUJU, iNewsMamuju.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) menggelar evaluasi mendalam terkait Program Percepatan Penurunan Stunting dan Kemiskinan Terpadu (Pastipadu) di Kantor Gubernur Sulbar, Senin (19/10/2026).
Rapat evaluasi yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Sulbar, Junda Maulana, ini memperlihatkan dinamika data yang kontras. Di satu sisi, angka stunting dan kemiskinan menunjukkan tren penurunan positif, namun di sisi lain angka perkawinan anak justru mengalami kenaikan.
Berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), prevalensi stunting di Sulbar berhasil ditekan ke angka 26 persen dari sebelumnya 35 persen pada Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2024.
Capaian positif juga terlihat pada penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang menyusut drastis dari 37.000 menjadi 22.000 anak. Sementara persentase angka kemiskinan ikut melandai dari 10,18 persen menjadi 10 persen.
Kendati demikian, Sekda Sulbar menyoroti masih rendahnya angka kunjungan balita ke posyandu yang baru mencapai sekitar 70 persen. Kondisi ini dinilai berisiko mengaburkan akurasi pemantauan kondisi riil anak di lapangan.
Rapor merah justru mencuat pada indikator perkawinan anak yang tercatat merangkak naik dari 10 persen menjadi 11 persen. Junda menegaskan persoalan sosial ini tidak bisa diselesaikan secara terpisah karena saling mengikat.
"Antara stunting, kemiskinan, anak tidak sekolah, dan perkawinan anak ini saling berkaitan. Ini adalah lingkaran masalah yang penanganannya tidak boleh dilakukan secara parsial," tegas Junda.
Atas arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka, Junda meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menanggalkan ego sektoral dan mengintegrasikan program kerja agar tepat sasaran.
"Sesuai pesan Pak Gubernur, hilangkan ego sektoral. Ukuran keberhasilan kita bukan saat OPD merasa berhasil sendiri, tetapi ketika masyarakat benar-benar sejahtera," pungkasnya.
Pemprov Sulbar kini tengah membenahi dashboard digital Pastipadu guna mengunci integrasi data lintas sektor agar penanganan di lapangan jauh lebih presisi
Editor: Suandi