Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Bikin Bising Saat Warga Beribadah, 21 Motor Knalpot Brong Ditilang Polresta Mamuju
Advertisement . Scroll to see content

Video Perkelahian Siswi di Pasangkayu Menyebar di WhatsApp, Dipicu Dendam Lama

Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:19 WIB
  • author Edison S
Video Perkelahian Siswi di Pasangkayu Menyebar di WhatsApp, Dipicu Dendam Lama
ilustrasi perkelahian perempuan

PASANGKAYU, iNewsMamuju.id - Sebuah video perkelahian yang melibatkan sejumlah pelajar perempuan di Kecamatan Dapurang, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, beredar dan viral di media sosial WhatsApp.

Peristiwa perkelahian tersebut dipicu oleh dendam akibat persoalan lama di antara para remaja tersebut.

Peristiwa bermula saat tiga pelajar perempuan, yakni Nurfariska (16), Rianti (16), dan Rahmadina (16), bertemu di kawasan Pantai Barat, Desa Dapurang, pada Jumat (23/10/2026) siang sekitar pukul 13.30 WITA.

Adu mulut di lokasi tersebut tak terhindarkan hingga berujung pada kontak fisik antara Nurfariska dan Rianti. Saat perkelahian berlangsung, Rahmadina merekam aksi tersebut menggunakan ponsel pribadinya.

"Video itu kemudian dikirim ke Rianti dan diunggah ke status WhatsApp," kata Kapolsek Sarudu IPTU Sofian Safruddin saat dikonfirmasi, Sabtu (24/10/2026).

Unggahan status WhatsApp tersebut dengan cepat menyebar hingga akhirnya diketahui oleh orangtua Nurfariska. Tak terima video anaknya tersebar di media sosial, pihak keluarga melayangkan laporan resmi ke Polsek Sarudu.

Menerima laporan tersebut, pihak kepolisian memanggil para remaja yang terlibat beserta orangtua dan saksi-saksi ke Kantor Polsek Sarudu pada Sabtu sore.

Dalam pertemuan tersebut, pihak yang merekam dan mengunggah video diminta untuk menghapus konten perkelahian tersebut dari ponsel dan platform media sosial guna mencegah dampak yang lebih luas.

Sofian mengingatkan para remaja dan masyarakat agar lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial. Ia menekankan agar tidak membagikan konten perkelahian atau konflik yang berpotensi memicu masalah hukum baru maupun merugikan pihak lain.

Editor: Suandi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut