Jalur Strategis Dibuka, Sulbar Kunci Perdagangan Luwu–Sulteng

Fathir
Gubernur Sulbar Suhardi Duka Saat Menyampaikan rencana Pembukaan Jalur Perdagangan yang Menghubungkan Luwu dan Sulteng. (Foto: iNewsMamuju.id/Fathir).

MAMUJU, iNewsMamuju.id — Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka, menyiapkan desain besar jaringan ekonomi baru di Sulbar. Konsepnya tegas dan terukur, yaitu membuka isolasi, memperluas akses jalan, serta mempercepat konektivitas antarwilayah agar Sulbar tak lagi dipandang sebagai daerah “ujung”, melainkan simpul penghubung ekonomi kawasan.

Rencana strategis itu disampaikan Suhardi Duka saat buka puasa bersama di Rujab Sapota Bupati Mamuju, Selasa, 3 Maret 2026, dalam rangkaian Safari Ramadan Pemprov Sulbar di Kabupaten Mamuju.

Fokus utamanya adalah pembangunan dan pengembangan jalur strategis nasional. Salah satu yang kini tengah diusulkan ke Pemerintah Pusat yakni tembusan jalan nasional di Jalan Yos Sudarso Mamuju untuk diteruskan sebagai penguatan jalur distribusi utama.

Tak berhenti di situ, Pemprov Sulbar juga mengusulkan tembusan jalan nasional dari Kalukku menuju Bonehau–Kalumpang hingga tersambung ke Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

“Itu sementara kami usul, untuk bisa menjadi jaringan ekonomi baru di Sulawesi Barat ini apabila tersambung antara Luwu Utara dengan Sulawesi Barat,” tegas Suhardi Duka.

Jika koneksi itu terwujud, arus barang dan mobilitas orang dipastikan melonjak signifikan. Jalur distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan komoditas unggulan Sulbar akan lebih cepat menjangkau pasar regional. Sulbar tidak lagi terkesan terisolasi, tetapi menjadi jalur strategis penghubung antarprovinsi.

Di sisi lain, pembangunan jalan penghubung Mamasa–Toraja juga terus digenjot. Jalur ini diyakini menjadi kunci pembuka akses ekonomi dan pariwisata antara Sulbar dan Sulawesi Selatan.

“Kalau bukan tahun ini tembus dengan baik, Insyaallah tahun depan sudah bisa tembus dengan baik antara Toraja–Mamasa,” ungkapnya optimistis.

Tak hanya mengarah ke selatan, desain konektivitas juga diperluas ke utara. Jalur Pasangkayu menuju Palu, Sulawesi Tengah, masuk dalam perencanaan pengembangan. Pemerintah daerah tak ingin akses ke Sulawesi Tengah hanya bertumpu pada satu jalur via Donggala.

Konsep besarnya jelas: konektivitas ke Sulawesi Tengah dibuka lebih dari satu pintu. Dengan demikian, distribusi logistik, stabilitas harga, hingga investasi lintas wilayah dapat bergerak lebih dinamis dan kompetitif.

“Itu kira-kira yang menjadi desain kita untuk melakukan jaringan pembangunan infrastruktur di Sulawesi Barat ini,” pungkas Suhardi Duka.

Desain besar jaringan ekonomi ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemprov Sulbar tengah menyiapkan fondasi jangka panjang. Infrastruktur bukan sekadar proyek fisik, melainkan strategi membuka ruang pertumbuhan baru, mempercepat pergerakan ekonomi, dan mengubah posisi Sulbar menjadi simpul strategis di Pulau Sulawesi.

Editor : A. Rudi Fathir

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network