Ditopang Minyak Nabati Dikirim ke Tiongkok, Ekspor Sulbar Capai Rp 4,5 Triliun per Mei 2026

Suandi
Kepala BPS Sulbar, Suri Handayani saat pres rilis di aula BPS Sulbar, Jl RE Martadinata, Keluruhan Simboro, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Rabu (1/7/2026). (Foto: Suandi/iNewsMamuju.id)?

MAMUJU, iNewsMamuju.id - Nilai ekspor Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) sepanjang periode Januari hingga Mei 2026 mencatatkan kinerja positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Barat melaporkan total nilai ekspor bumi "Mandar" ini sukses menembus angka 281,40 juta dollar AS atau setara sekitar Rp 4,50 triliun.

Angka tersebut mengalami lonjakan sebesar 21,31 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (Januari-Mei 2025) yang tercatat sebesar 231,96 juta dollar AS atau sekitar Rp 3,71 triliun.

Kepala BPS Sulawesi Barat, Suri Handayani, menjelaskan bahwa pertumbuhan performa perdagangan luar negeri ini utamanya didorong oleh performa sektor industri pengolahan yang tumbuh signifikan.

"Peningkatan ekspor ini didukung oleh ekspor sektor industri pengolahan yang meningkat sebesar 19,70 persen dari yang semula 226,49 juta dollar AS (sekitar Rp 3,62 triliun) menjadi 271,12 juta dollar AS (sekitar Rp 4,33 triliun)," ujar Suri Handayani dalam konferensi pers Berita Resmi Statistik (BRS) di Aula BPS Sulbar, Jl RE Martadinata, Kelurahan Simboro, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Rabu (1/7/2026).

"Selain itu, sektor pertanian juga mengalami kenaikan drastis sebesar 88,01 persen dari 5,47 juta dollar AS (sekitar Rp 87,52 miliar) menjadi 10,28 juta dollar AS (sekitar Rp 164,48 miliar)," tambah Suri.

Minyak Nabati Dominasi Komoditas Ekspor

Berdasarkan data BPS Sulbar, komoditas lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) masih menjadi andalan ekspor utama. Sepanjang Januari-Mei 2026, komoditas ini membukukan nilai sebesar 254,26 juta dollar AS atau setara Rp 4,06 triliun. Produk ini berkontribusi dominan hingga 90,36 persen dari total seluruh ekspor Sulbar.

Beberapa komoditas ekspor penopang lainnya di antaranya:

- Berbagai produk kimia (HS 38): 15,07 juta dollar AS (sekitar Rp 241,12 miliar / kontribusi 5,36 persen).

- Bahan nabati untuk anyam-anyaman (HS 14): 10,11 juta dollar AS (sekitar Rp 161,76 miliar / kontribusi 3,59 persen).

- Ampas/sisa industri makanan (HS 23): 1,64 juta dollar AS (sekitar Rp 26,24 miliar / kontribusi 0,58 persen).

- Kakao (HS 18): 0,16 juta dollar AS (sekitar Rp 2,56 miliar / kontribusi 0,06 persen).

Pasar Tiongkok Masih Menjadi Primadona

Mengenai negara tujuan, Suri memaparkan bahwa Tiongkok atau China masih menjadi pasar terbesar dan paling potensial bagi produk-produk asal Sulawesi Barat.

"Tiongkok merupakan negara tujuan ekspor utama Provinsi Sulawesi Barat selama Januari–Mei 2026 dengan nilai mencapai 167,69 juta dollar AS (sekitar Rp 2,68 triliun), atau berkontribusi sebesar 59,59 persen dari total ekspor," kata Suri.

Selain Tiongkok, pasar ekspor utama lainnya dihuni oleh Filipina dengan nilai 48,25 juta dollar AS (sekitar Rp 772 miliar / 17,15 persen), disusul Korea Selatan senilai 23,11 juta dollar AS (sekitar Rp 369,76 miliar / 8,21 persen), India senilai 12,86 juta dollar AS (sekitar Rp 205,76 miliar / 4,57 persen), serta Bangladesh senilai 11,74 juta dollar AS (sekitar Rp 187,84 miliar / 4,17 persen).

Jalur Pelabuhan Muat Ekspor

Jika dilihat dari pintu keluar komoditas, mayoritas barang ekspor asal Sulawesi Barat dikirim melalui pelabuhan di luar provinsi tersebut. Pelabuhan Pantoloan di Sulawesi Tengah menjadi pintu keluar terbesar dengan andil mencapai 95,15 persen atau senilai 267,76 juta dollar AS (sekitar Rp 4,28 triliun).

Sementara itu, Pelabuhan Mamuju yang berada di daerah sendiri mencatatkan nilai muat sebesar 11,75 juta dollar AS atau berkontribusi sekitar Rp 188 miliar (4,18 persen).

Pintu keluar lainnya yang digunakan dalam skala kecil di antaranya adalah Pelabuhan Makassar dan Pelabuhan Tanjung Perak masing-masing sebesar 0,72 juta dollar AS (sekitar Rp 11,52 miliar), serta Pelabuhan Tanjung Priok sebesar 0,45 juta dollar AS (sekitar Rp 7,2 miliar).

Editor : A. Rudi Fathir

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network