Dua Tahun Didera Tumor, Balita asal Malunda Majene Tertahan Biaya dan Jerat Utang

Suandi
Azalia Safita (2), balita yang tinggal di dusun terpencil Desa Kayuangin, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Sejak lahir, ia didiagnosis mengidap penyakit yang diduga tumor (kanker). Foto: Istimewa

MAJENE, iNewsMamuju.id - Penderitaan mendalam dialami Azalia Safita (2), seorang balita yang tinggal di dusun terpencil Desa Kayuangin, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Sejak lahir, anak bungsu dari empat bersaudara ini didiagnosis mengidap penyakit yang diduga tumor (kanker).

Kini, di usianya yang menginjak dua tahun, kondisi benjolan di tubuh Azalia justru semakin membesar. Sayangnya, proses pengobatan balita tersebut terpaksa terhenti lantaran keterbatasan ekonomi keluarga.

Perjuangan medis Azalia sebenarnya telah dimulai sejak ia berusia dua bulan pada 2024 lalu. Saat itu, pihak keluarga memboyong Azalia ke Makassar untuk menjalani operasi tahap pertama.

Meski operasi berhasil, tim medis saat itu menyarankan agar Azalia kembali menjalani pemeriksaan rutin tiga bulan pascaoperasi guna memastikan akar sel kanker telah bersih secara menyeluruh.

Namun, kontrol medis yang disarankan dokter tak pernah terwujud hingga hari ini.

Orangtua Azalia yang berpenghasilan pas-pasan terpaksa mengurungkan niat membawa sang buah hati kembali ke rumah sakit. Sang ayah yang sehari-hari bekerja sebagai buruh kasar dan tukang batu, serta ibu yang merupakan ibu rumah tangga, mengaku tidak lagi memiliki kemampuan finansial.

"Untuk operasi pertama saja, keluarga menghabiskan biaya hampir Rp 10 juta, terutama untuk biaya hidup selama pengobatan di Makassar. Demi menyembuhkan anaknya, orangtua Azalia bahkan terpaksa berutang ke pinjaman dengan bunga tinggi," ujar Hardi AR, relawan kemanusiaan yang mendampingi keluarga tersebut, Selasa (28/7/2026).

Ketakutan akan jerat utang yang belum lunas hingga kini menjadi alasan utama orangtua Azalia berkecil hati untuk kembali membawa anaknya ke rumah sakit, meski di sisi lain kondisi kesehatan Azalia kian mengkhawatirkan.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Desa Kayuangin bersama sejatinya jejaring relawan dan organisasi pemuda tidak tinggal diam.

Pendiri Komunitas Rumah Kita (Korumta), Bustan Basir Maras, bersama relawan Hardi AR bergerak aktif membangun komunikasi dengan jejaring pengaman sosial.

Salah satunya adalah menggalang kerja sama dengan Yayasan Gorong-Gorontalo Baik (Goroba) untuk mengumpulkan donasi pengobatan bagi Azalia.

Selain itu, koordinasi juga telah dilakukan dengan relawan sosial Sulawesi Selatan, Andika Mappasomba, untuk mendampingi dan mempermudah proses rujukan medis Azalia selama berada di Makassar kelak.

"Harapan utama kita bersama, semoga ananda Azalia dapat meraih kembali kesembuhannya, tumbuh sehat, serta menjadi anak yang membanggakan bagi keluarga, bangsa, dan agama," tutur Bustan.

Bagi masyarakat atau donatur yang tergerak untuk mengulurkan bantuan demi kesembuhan Azalia Safita, donasi dapat disalurkan langsung melalui Yayasan Goroba atau menghubungi jaringan relawan lokal di lapangan.

Editor : A. Rudi Fathir

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network