MAMUJU TENGAH , iNewsMamuju.id - Beberapa hari terakhir sejumlah daerah di Provinsi Sulawesi Barat terlihat diselimuti asap tebal. Salah satunya yang terjadi di wilayah Pangale, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), pada Senin, 5 Oktober 2026 pagi.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama terkait sumber asap dan potensi dampaknya terhadap aktivitas warga serta kualitas udara di sekitar permukiman.
Menanggapi informasi tersebut, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, memberikan penjelasan.
Yasir Fattah menjelaskan, informasi mengenai munculnya asap tebal yang menyelimuti wilayah Pangale, Kabupaten Mamuju Tengah, sebagai kondisi yang perlu segera mendapatkan perhatian dan verifikasi lapangan.
Menurutnya, informasi awal tersebut belum dapat langsung disimpulkan sebagai kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sebelum dilakukan pengecekan terhadap sumber asap, keberadaan titik api, luas area terdampak, serta kondisi di sekitar lokasi.
“Informasi asap tebal di Pangale Mateng perlu segera mendapatkan perhatian dan verifikasi lapangan. Belum dapat langsung disimpulkan sebagai kejadian Karhutla sebelum dilakukan pengecekan terhadap sumber asap, keberadaan titik api, luas area terdampak, serta kondisi di sekitar lokasi,” ujar Muhammad Yasir Fattah, Selasa, 6 Oktober 2026.
Sebagai langkah awal, BPBD Provinsi Sulawesi Barat telah merekomendasikan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah dan perangkat terkait untuk melakukan asesmen cepat di lapangan.
Asesmen tersebut diarahkan untuk memastikan sumber asap secara pasti, mengidentifikasi kemungkinan adanya titik api, mengetahui arah dan sebaran asap, serta menilai potensi dampaknya terhadap permukiman dan aktivitas masyarakat.
Yasir menegaskan, langkah verifikasi menjadi kunci agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat bersifat akurat dan tidak menimbulkan spekulasi. BPBD juga memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi asap di Sulbar dalam beberapa hari terakhir, termasuk di Mamuju dan Mamuju Tengah.
“Sebagai langkah awal, kami merekomendasikan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah dan perangkat terkait untuk melakukan asesmen cepat di lapangan," jelasnya.
"Saat ini asesmen diarahkan untuk memastikan sumber asap, mengidentifikasi kemungkinan adanya titik api, mengetahui arah dan sebaran asap, serta menilai potensi dampaknya terhadap permukiman dan aktivitas masyarakat," tambahnya.
Selain itu, BPBD Sulbar juga mengimbau masyarakat Pangale dan sekitarnya untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan.
"Jika konsentrasi asap meningkat, warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker, dan segera melapor jika menemukan titik api atau sumber asap yang mencurigakan kepada aparat atau BPBD terdekat," pungkasnya.
Editor : Suandi
Artikel Terkait
