MAMUJU, iNewsMamuju.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) resmi meluncurkan program literasi digital Scam Ready ASEAN. Langkah strategis ini diambil guna membentengi ribuan pelajar dan tenaga pendidik dari maraknya kejahatan penipuan di dunia maya (cyber scam).
Peluncuran program yang diinisiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulbar bersama Kaizen Collaborative Impact ini didukung langsung oleh ASEAN Foundation dan Google.org, Selasa (20/10/2026).
Proteksi Pelajar dari Ancaman Kejahatan Siber
Kepala Disdikbud Sulbar, Muhammad Nehru Sagena, menegaskan bahwa tingginya interaksi siswa dengan gawai harus diimbangi dengan pemahaman aspek keamanan digital yang memadai.
"Program ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan dan ketahanan pelajar, guru, serta masyarakat dalam menghadapi modus penipuan digital dan ancaman keamanan lain di ruang daring," ujar Nehru, Kamis (22/10/2026).
Rangkaian pelatihan Scam Ready ASEAN dijadwalkan bergulir mulai November 2026 di berbagai sekolah. Program ini menyempurnakan program AI Ready ASEAN yang sebelumnya sukses menjangkau 26.134 penerima manfaat (23.295 siswa dan 2.839 guru) di 70 SMA/SMK se-Sulawesi Barat.
Jika AI Ready ASEAN berfokus pada pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan, maka Scam Ready ASEAN lebih menekankan pertahanan diri dan privasi saat beraktivitas di internet.
Bantu Anak Tidak Sekolah Kembali Mengecap Pendidikan
Di samping penguatan literasi digital, agenda tersebut juga disiagakan untuk menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Sulawesi Barat.
Pemprov Sulbar turut menyerahkan beasiswa pendidikan secara simbolis kepada perwakilan anak tidak sekolah binaan pemerintah daerah.
Langkah kolaboratif ini diharapkan tidak hanya menciptakan generasi muda yang mahir mengoperasikan teknologi, tetapi juga berkarakter, terlindungi di ruang siber, serta memiliki akses pendidikan yang merata.
Editor : Suandi
Artikel Terkait
