MAMUJU, iNewsMamuju.id - Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sulawesi Barat mendorong pemanfaatan ratusan hektare lahan potensial di Kawasan Transmigrasi Marano, Kabupaten Mamuju. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan serta mencetak pusat pertumbuhan ekonomi perdesaan baru.
Kawasan Transmigrasi Marano yang meliputi wilayah Sinyonyoi, Uhaimate, dan Pammulukang di Kecamatan Kalukku dinilai memiliki keunggulan geografis untuk pengembangan sektor pertanian hortikultura, tanaman pangan, hingga perkebunan produktif.
Upaya pemanfaatan lahan ini dimatangkan melalui Diskusi Terbatas bertajuk Intervensi HPL pada Kawasan Transmigrasi di Mamuju, Senin (2/11/2026). Kegiatan ini mengandeng Kementerian Transmigrasi RI, Pusat Studi Lingkungan Hidup UGM, BPN, serta pemerintah desa setempat.
Penguatan basis data dan legalitas tanah dilakukan untuk memastikan status Hak Pengelolaan Lahan (HPL) sebelum pembukaan komoditas skala industri.
"Ratusan hektare lahan di Marano menyimpan potensi besar. Integrasi perencanaan bersama Kementrans dan UGM ini bertujuan memastikan pemanfaatan lahan terarah dan memberi nilai tambah bagi warga setempat," kata Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan Bapperida Sulbar, Arjanto, Selasa (3/11/2026).
Selain legalitas dan kesiapan lahan, Kepala Bapperida Sulbar Amujib menegaskan fokus utama pemerintah provinsi terletak pada penyediaan infrastruktur pendukung dan konektivitas jalur distribusi.
Langkah percepatan ini berpedoman pada arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka melalui program prioritas Panca Daya, khususnya pengentasan kemiskinan dan penguatan infrastruktur wilayah perdesaan.
Bapperida Sulbar memastikan seluruh program pendampingan, penyediaan sarana produksi pertanian, hingga pembangunan jalan akses akan dikawal lintas sektor agar Kawasan Transmigrasi Marano tumbuh menjadi penopang utama kemandirian pangan Sulawesi Barat.
Editor : Suandi
Artikel Terkait
