Diduga Jadi Korban KDRT, Perempuan di Mamuju Nyaris Lompat dari Lantai Dua Ruko

Irfandi
Seorang perempuan yang diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) berhasil diselamatkan saat berada di lantai dua sebuah ruko dan berniat mengakhiri hidupnya di Jalan Soekarno Hatta, Mamuju, Minggu dini hari (1/11/2026).

MAMUJU, iNewsMamuju.id - Kesigapan personel Polresta Mamuju dalam merespons laporan masyarakat melalui layanan Call Center 110 berhasil mencegah sebuah peristiwa yang berpotensi merenggut nyawa. Seorang perempuan yang diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) berhasil diselamatkan saat berada di lantai dua sebuah ruko dan berniat mengakhiri hidupnya di Jalan Soekarno Hatta, Mamuju, Minggu dini hari (1/11/2026).

Peristiwa menegangkan tersebut bermula dari laporan masyarakat yang masuk melalui layanan darurat Call Center 110. Tanpa menunggu lama, personel Piket Pamapta II bersama Piket Patmor Polresta Mamuju langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus memberikan pertolongan.

Setibanya di tempat kejadian, petugas mendapati seorang perempuan dalam kondisi tertekan secara emosional. Korban mengaku baru saja mengalami dugaan kekerasan fisik yang dilakukan oleh suaminya sendiri.

Pamapta II Polresta Mamuju, Ipda Hefrinal, menjelaskan berdasarkan keterangan awal korban, dugaan kekerasan tersebut terjadi setelah suaminya mengonsumsi minuman keras di salah satu tempat hiburan malam di Mamuju.

Usai kejadian, suami korban diketahui tertidur. Sementara korban yang diduga mengalami tekanan psikologis akibat kekerasan tersebut kemudian naik ke lantai dua ruko miliknya dan berniat mengakhiri hidup dengan melompat dari bangunan tersebut.

Situasi itu membuat petugas harus bergerak cepat. Keselamatan korban menjadi prioritas utama.

Dengan mengedepankan pendekatan humanis, personel Pamapta II bersama Piket Patmor berupaya menenangkan korban. Petugas melakukan komunikasi secara persuasif, membangun kepercayaan, serta membujuk korban agar mengurungkan niatnya.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Korban bersedia turun dari lantai dua atas kesadarannya sendiri setelah mendapatkan pendekatan dan bujukan dari personel kepolisian.

"Alhamdulillah, berkat kesigapan personel dan pendekatan secara persuasif, korban akhirnya bersedia turun dari lantai dua atas kesadarannya sendiri sehingga berhasil diselamatkan," jelas Ipda Hefrinal.

Setelah berhasil dievakuasi, korban selanjutnya diarahkan ke Polresta Mamuju untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut sekaligus membuat laporan resmi terkait dugaan tindak KDRT yang dialaminya.

Peristiwa ini kembali memperlihatkan pentingnya kehadiran layanan kepolisian yang cepat dan mudah dijangkau masyarakat. Laporan yang disampaikan melalui Call Center 110 menjadi pintu awal bagi personel kepolisian untuk segera hadir memberikan pertolongan dalam situasi darurat.

Polresta Mamuju pun menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah berinisiatif melaporkan kejadian tersebut. Partisipasi publik dinilai memiliki peran penting dalam membantu kepolisian mencegah terjadinya peristiwa yang lebih fatal.

Masyarakat juga diimbau agar tidak ragu memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila mengetahui atau mengalami gangguan kamtibmas, tindak kekerasan, maupun keadaan darurat yang membutuhkan kehadiran polisi.

Sebab, bagi kepolisian, kecepatan merespons bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi juga tentang menyelamatkan nyawa dan memastikan masyarakat tidak menghadapi situasi darurat seorang diri.

Editor : Suandi

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network