Pembuang Bayi di Sungai Tapalang Ungkap Konsumsi Obat Penggugur Kandungan

MAMUJU, iNewsMamuju.id – Seorang perempuan berinisial IK (18) diamankan oleh personel Polsek Tapalang bersama Unit IV PPA dan Unit V Resmob atas dugaan pembuangan bayi di Sungai Anusu, Kelurahan Dayaginna, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju. Penangkapan ini menyusul penemuan jasad bayi di sungai tersebut, yang terjadi pada Sabtu, 22 Februari 2025, sekitar pukul 15.00 WITA.
Kasat Reskrim Polresta Mamuju, AKP M. Reza Pranata, menjelaskan bahwa setelah dilakukan interogasi di Mapolsek Tapalang, pelaku mengaku telah melahirkan bayi tersebut pada 22 Februari 2025, sekitar pukul 10.30 WITA, di rumah neneknya di Kelurahan Dayaginna. Usai melahirkan, pelaku membawa bayi itu ke Sungai Anusu dan meletakkannya di aliran sungai, hingga akhirnya jasad bayi tersebut hanyut terbawa arus.
IK mengungkapkan, dirinya telah mengonsumsi obat misoprostol yang dibelinya melalui aplikasi TikTok pada 12 Februari 2025. Obat tersebut dikonsumsinya pada 21 Februari 2025 dengan tujuan untuk menggugurkan kandungan yang sudah tidak diinginkannya. Selain itu, pelaku mengakui bahwa dirinya menjalin hubungan dengan seorang pria bernama Gunawan alias Wawan sejak Agustus 2024, namun pria tersebut menolak bertanggung jawab setelah mengetahui kehamilannya.
Barang bukti yang diamankan oleh pihak kepolisian dalam kasus ini antara lain satu unit handphone Vivo Y12 warna hitam merah yang digunakan pelaku untuk memesan obat misoprostol dan satu lembar daster yang dipakai pelaku saat melahirkan.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh dua warga di Sungai Anusu pada Sabtu sore. Mereka menemukan benda mencurigakan di pinggir sungai yang awalnya mereka kira adalah boneka. Namun setelah mendekati, ternyata benda tersebut adalah jasad seorang bayi. Keduanya segera melaporkan temuan tersebut kepada warga setempat dan pihak kepolisian, yang langsung melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Pihak kepolisian kini tengah mendalami kasus ini lebih lanjut. IK dijerat dengan pasal terkait pembunuhan atau penganiayaan terhadap bayi, dan penyidikan akan terus dilakukan untuk mengungkap lebih dalam terkait peran dan motif di balik perbuatan tersebut.
Editor : A. Rudi Fathir