Lansia 94 Tahun Hilang di Hutan Karossa, Tim SAR Mamuju Temukan Tewas di Jurang 450 Meter
MAMUJU TENGAH, iNewsMamuju.id – Operasi pencarian dramatis terhadap seorang lansia yang hilang di kawasan hutan Dusun Kalia, Dusun Tasokko, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, akhirnya membuahkan hasil. Di hari keempat (H.4) Operasi SAR, Selasa (24/02/2026), korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam jurang sedalam ratusan meter.
Korban diketahui bernama Nasrullah (94), yang sebelumnya dilaporkan hilang saat berada di area hutan tersebut. Sejak laporan diterima, Kantor Pencarian dan Pertolongan Mamuju langsung mengerahkan Tim SAR Gabungan untuk melakukan penyisiran intensif di lokasi yang dikenal memiliki kontur terjal dan vegetasi lebat.
Sekitar pukul 15.00 WITA, tim akhirnya menemukan korban dalam kondisi jatuh ke dalam jurang, berjarak kurang lebih 450 meter dari titik terakhir korban dilaporkan hilang. Korban ditemukan pada koordinat 1°54’48.00”S – 119°20’49.00”E, dengan radial 170,83 derajat arah selatan dari lokasi awal pencarian.
Proses evakuasi berlangsung penuh kehati-hatian mengingat medan yang curam dan licin. Pada pukul 15.20 WITA, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi korban dari dasar jurang dan membawanya menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Dengan ditemukannya korban dalam keadaan meninggal dunia, pada pukul 16.00 WITA Operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup. Seluruh unsur yang terlibat kemudian dikembalikan ke instansi masing-masing.
Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue Kansar Mamuju, BPBD Kabupaten Mamuju Tengah, Polsek Mamuju Tengah, Damkar Mamuju Tengah, aparat setempat, serta masyarakat sekitar yang turut membantu proses pencarian tanpa mengenal lelah.
Dalam pelaksanaan operasi, tim didukung peralatan lengkap dan canggih, seperti 1 unit Rescue Truck Personel, 1 unit Aqua Eye, 1 unit Rubber Boat, 1 unit Underwater Searching Device, 1 unit Thermal Drone, serta peralatan navigasi, komunikasi, medis, dan evakuasi. Dukungan teknologi ini menjadi bagian penting dalam mempercepat proses pencarian di tengah kondisi medan yang ekstrem.
Selama operasi berlangsung, kondisi cuaca terpantau berawan dengan kecepatan angin berkisar antara 2 hingga 40 km/jam dari arah timur laut hingga barat laut, yang turut menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mamuju menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat atas sinergi dan solidaritas dalam operasi kemanusiaan tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki anggota lanjut usia, untuk meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan saat beraktivitas di area hutan maupun wilayah dengan kontur terjal. Langkah preventif dinilai penting guna mencegah tragedi serupa kembali terjadi di wilayah Mamuju Tengah dan sekitarnya.
Editor : A. Rudi Fathir