Video MBG Berulat di Aralle Mamasa Viral, Warga Khawatirkan Kesehatan Anak
MAMASA, iNewsMamuju.id — Sebuah video yang memperlihatkan menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) diduga mengandung ulat viral di media sosial dan memicu kekhawatiran warga. Peristiwa tersebut disebut terjadi di Kecamatan Aralle, tepatnya di Desa Uhaidao, Kabupaten Mamasa, Sabtu (2/5/2026).
Dalam video yang beredar luas, tampak sejumlah ibu-ibu memperlihatkan telur goreng yang di dalamnya terdapat ulat. Mereka mengaku enggan memberikan makanan tersebut kepada anak-anak mereka karena khawatir akan dampaknya terhadap kesehatan.
“Takuaku kao inde mambahang anakku, mareakna’,” ujar salah satu ibu dalam video tersebut, yang berarti tidak ingin membawa makanan itu untuk anaknya karena merasa takut.
Rekaman video itu sontak menuai reaksi dari masyarakat, terutama para orang tua yang mempertanyakan kualitas dan pengawasan program MBG yang seharusnya menjamin asupan gizi anak sekolah.
Kepala Desa Ralleanak, Abdul Rahman Tona, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa setelah dilakukan penelusuran, peristiwa itu terjadi di lingkungan Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang berada di Desa Uhaidao.
“Setelah ditelusuri, benar bahwa itu terjadi di MTs Desa Uhaidao,” singkatnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bernama Wulan, saat dikonfirmasi terkait video viral tersebut mengaku tengah dalam perjalanan menuju lokasi untuk melakukan pengecekan langsung.
“Saya sementara di jalan ke Aralle, nanti saya kirimkan nomor pengelola,” ujarnya singkat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait penyebab munculnya ulat dalam makanan tersebut maupun langkah penanganan dari pihak terkait. Warga berharap ada evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang, mengingat program MBG bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi anak, bukan sebaliknya.
Kasus ini menjadi sorotan publik dan diharapkan menjadi perhatian serius bagi penyelenggara program, khususnya dalam hal pengawasan kualitas makanan sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah.
Editor : A. Rudi Fathir