get app
inews
Aa Text
Read Next : Kotak Amal Masjid Dibobol, Kesbangpol Sulbar Minta Pengurus Tingkatkan Pengamanan

Gubernur Sulbar Buka Pameran Budaya Pancasila 2026 di Mamuju

Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:27 WIB
header img
Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka resmi membuka Pameran Budaya Pancasila 2026 yang digelar di pelataran rumah adat Mamuju. (Foto: iNewsMamuju.id/Fathir).

MAMUJU, iNewsMamuju.id — Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka resmi membuka Pameran Budaya Pancasila 2026 yang digelar di pelataran rumah adat Mamuju, Jumat malam, 8 Mei 2026. Kegiatan yang diinisiasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulbar bekerja sama dengan Pemuda Pancasila itu mengusung tema “Pancasila Dalam Lensa Budaya”.

Dalam sambutannya, Suhardi Duka menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar rumusan hukum dan politik, melainkan kristalisasi nilai luhur, adat istiadat serta pandangan hidup masyarakat Indonesia yang telah tumbuh jauh sebelum kemerdekaan.

“Pancasila lahir dari akar budaya bangsa yang mampu mempersatukan bangsa yang berbeda-beda ini, berbeda akar budaya, pulau, suku dan bahasa,” ujar SDK di hadapan peserta dan tamu undangan.

Menurutnya, memandang Pancasila dalam lensa budaya berarti menempatkan ideologi bangsa sebagai fondasi kepribadian nasional yang dinamis dan tetap berakar pada tradisi luhur masyarakat Indonesia.

Ia juga mengingatkan bahwa perjalanan Pancasila dalam sejarah bangsa tidak selalu berjalan mulus. Berbagai tantangan, penyelewengan hingga pengkhianatan terhadap nilai-nilai Pancasila pernah terjadi dan menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.

“Pancasila juga menanamkan harapan akan masa depan bangsa sehingga dalam perjalanannya sering diuji dalam berbagai bentuk, baik penyelewengan maupun pengkhianatan. Sejarah Orde Baru dikenal dengan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober yang selalu kita peringati,” katanya.

Gubernur Sulbar itu menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap pengambilan keputusan, mulai dari penyusunan undang-undang hingga kebijakan di semua jenjang pemerintahan.

“Kita ingin agar Pancasila diwujudkan dalam bentuk program pembangunan untuk mensejahterakan seluruh bangsa Indonesia,” tegasnya.

Selain itu, SDK yang juga menjabat Ketua Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Sulawesi Barat menyampaikan bahwa pemahaman terhadap Pancasila tidak boleh hanya dimaknai sebagai kewajiban formal semata, tetapi harus menjadi proses budaya yang diwariskan kepada setiap generasi.

“Saya paham betul bagaimana perjalanan Pancasila di tengah bangsa kita. Ideologi kita adalah Pancasila dan Pancasila yang mempersatukan kita,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Suhardi Duka turut menyinggung munculnya perdebatan di tengah masyarakat mengenai siapa yang paling pancasilais, apakah pemerintah atau rakyat. Menurutnya, hal itu harus dijawab dengan implementasi nyata nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Olehnya itu tujuan kita bersama sebagai pemerintah, TNI-Polri, swasta dan siapapun kita tentunya ingin supaya pemahaman kita terhadap Pancasila ini lebih bermakna di dalam tingkah laku kita sehari-hari,” pungkas SDK.

Editor : A. Rudi Fathir

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut