PAD Sulbar Masih Tertahan, Realisasi Pajak Air Permukaan dan Alat Berat Jauh dari Target
MAMUJU, iNewsMamuju.id - Realisasi penerimaan dua jenis pajak strategis di Sulawesi Barat masih jauh dari harapan hingga pertengahan 2026. Pajak Air Permukaan (PAP) baru terealisasi 3,82 persen, sedangkan Pajak Alat Berat (PAB) mencapai 7,40 persen.
Data tersebut terungkap dalam evaluasi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Barat terhadap penerimaan pajak daerah periode April–Juni atau Triwulan II Tahun 2026.
Rendahnya capaian kedua sektor tersebut menjadi perhatian karena merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dinilai masih memiliki potensi untuk dioptimalkan.
Dalam evaluasi tersebut, seluruh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelayanan Pajak diminta memetakan penyebab rendahnya penerimaan di wilayah masing-masing. Sejumlah persoalan yang muncul antara lain tingkat kepatuhan wajib pajak yang masih rendah, belum optimalnya validasi data objek pajak, hingga perlunya penguatan koordinasi dengan instansi terkait.
Kepala Bapenda Sulawesi Barat, Abdul Wahab Hasan Sulur, mengatakan capaian penerimaan PAP dan PAB harus menjadi bahan evaluasi untuk mempercepat peningkatan pendapatan daerah pada semester kedua tahun ini.
"Evaluasi ini harus menghasilkan langkah nyata. Seluruh UPTD harus mampu memetakan persoalan di lapangan, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta memastikan setiap potensi pajak dapat dioptimalkan demi meningkatkan pendapatan daerah," kata Abdul Wahab.
Menurut dia, rekonsiliasi data tidak hanya bertujuan menyamakan angka penerimaan, tetapi juga menjadi dasar penyusunan strategi agar target pendapatan daerah dapat tercapai hingga akhir tahun.
Bapenda menargetkan peningkatan penerimaan melalui pembaruan basis data perpajakan, penguatan pengawasan terhadap wajib pajak, serta percepatan tindak lanjut atas berbagai kendala yang ditemukan di lapangan.
Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong optimalisasi penerimaan Pajak Air Permukaan dan Pajak Alat Berat, sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah Sulawesi Barat pada semester II 2026.
Editor : A. Rudi Fathir