get app
inews
Aa Text
Read Next : Satgas MBG Sulbar Wajibkan Uji Limbah Dapur, IPAL Diperiksa Tiap Tiga Bulan

Pembangunan Baru 80 Persen, Pemprov Sulbar Usulkan Sekolah Rakyat Mulai Beroperasi Akhir Juli

Kamis, 09 Juli 2026 | 17:52 WIB
header img
Pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat di kawasan Rangas, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), kini telah mencapai progres sekitar 70 persen. (Foto: istimewa).

MAMUJU, iNewsMamuju.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mengkaji penundaan operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi 21 Mamuju setelah hasil evaluasi menunjukkan progres pembangunan fisik baru mencapai sekitar 80 persen.

Kondisi tersebut membuat target dimulainya kegiatan belajar mengajar pada 17 Juli 2026 berpotensi mundur. Pemprov Sulbar pun akan berkoordinasi dengan Kementerian Sosial terkait kemungkinan penyesuaian jadwal operasional menjadi 31 Juli 2026.

Sekretaris Daerah Sulbar Junda Maulana mengatakan, sesuai arahan Kementerian Sosial, tahapan penyelenggaraan Sekolah Rakyat telah dimulai sejak 1 Juli 2026. Tahapan tersebut diawali dengan pengecekan bangunan, dilanjutkan mobilisasi siswa dan guru pada 10–13 Juli, sebelum pembelajaran dijadwalkan dimulai pada 17 Juli.

"Baru saja kita melakukan rapat koordinasi untuk kesiapan pembangunan dan penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Sesuai arahan menteri, tahapan-tahapannya sudah dimulai sejak 1 Juli," kata Junda Maulana, Kamis (9/7/2026).

Meski demikian, hasil evaluasi menunjukkan sejumlah fasilitas utama, terutama ruang belajar, belum sepenuhnya selesai. Karena itu, Pemprov Sulbar memilih mengajukan penyesuaian jadwal operasional agar seluruh sarana siap digunakan saat siswa mulai belajar.

"Tadi kita sepakat akan berkoordinasi dengan kementerian, apakah memungkinkan dimulai tanggal 31 Juli. Kontraktor menyampaikan asrama sudah bisa digunakan, sementara ruang belajar belum sepenuhnya selesai. Kalau memang memungkinkan, kita akan mengusulkan tanggal tersebut," ujarnya.

Menurut Junda, pembelajaran tidak boleh dimulai apabila pekerjaan konstruksi masih berpotensi mengganggu aktivitas siswa maupun menimbulkan risiko keselamatan.

"Jangan sampai anak-anak sudah berada di dalam, tetapi masih terganggu oleh pekerjaan pembangunan. Yang paling penting juga jangan sampai ada risiko keselamatan akibat aktivitas proyek," tegas Junda Maulana.

Selain pembangunan fisik, Pemprov Sulbar juga masih mengevaluasi kesiapan seluruh unsur pendukung operasional sekolah, mulai dari tenaga pendidik, tenaga kependidikan, juru masak, petugas laundry hingga petugas kebersihan.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah akan kembali menggelar rapat evaluasi pada 21 Juli 2026 untuk menerima laporan kesiapan seluruh perangkat pendukung. Peninjauan lapangan juga dijadwalkan berlangsung pada 23 Juli guna memastikan kondisi bangunan sebelum digunakan.

Apabila seluruh persyaratan telah terpenuhi dan mendapat persetujuan dari Kementerian Sosial, siswa beserta tenaga pendidik ditargetkan mulai masuk pada 31 Juli 2026. Namun, apabila pembangunan belum dinyatakan siap, operasional Sekolah Rakyat akan ditunda hingga seluruh pekerjaan konstruksi rampung.

Editor : A. Rudi Fathir

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut