Asyik Memanah Ikan, Nelayan di Pantai Pangiang Pasangkayu Selamat Usai Duel Lawan Buaya
PASANGKAYU, iNewsMamuju.id - Musmuliadi (42), seorang nelayan asal Dusun Salule, Desa Pangiang, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, dilaporkan mengalami luka-luka setelah diserang seekor buaya di Pantai Pangiang.
Peristiwa tersebut terjadi saat korban sedang memanah ikan pada Selasa (14/7/2026) malam hingga Rabu (15/7/2026) dini hari.
Kapolsek Bambalamotu AKP Yauri Yusuf mengonfirmasi kejadian tersebut. Pihak kepolisian telah mendatangi korban untuk mengumpulkan keterangan terkait kronologi peristiwa.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan pihak kepolisian, kejadian bermula ketika Musmuliadi bersama tiga rekannya pergi ke Pantai Pangiang pada Selasa malam sekitar pukul 22.00 WITA. Mereka turun ke laut untuk menyelam dan memanah ikan.
Namun, sekitar pukul 00.00 WITA, seekor buaya tiba-tiba menyerang Musmuliadi. Hewan predator tersebut bahkan sempat menyeret tubuh korban ke arah tengah laut.
"Korban berupaya melawan hingga akhirnya berhasil melepaskan diri dari gigitan buaya," ujar Yauri saat dikonfirmasi.
Melihat kejadian itu, rekan-rekan korban yang berada di lokasi langsung memberikan pertolongan. Mereka menarik Musmuliadi ke tepi pantai dan segera membawanya ke Puskesmas Bambalamotu.
Kondisi Korban
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka robek dan cedera pada bagian kaki kanan serta area selangkangan.
Tenga medis di Puskesmas Bambalamotu sempat memberikan tindakan darurat berupa penjahitan luka dan pemasangan bidai pada kaki kanan korban sekitar pukul 03.30 WITA.
Namun, karena luka yang diderita cukup parah, korban akhirnya dirujuk ke RSUD Ako Pasangkayu pada pagi harinya sekitar pukul 06.30 WITA untuk mendapatkan perawatan intensif.
Imbauan untuk Warga
Pasca-insiden ini, pihak kepolisian meminta masyarakat dan nelayan setempat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar pantai maupun muara sungai.
"Kami mengimbau warga, khususnya yang beraktivitas di pesisir pada malam hari, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kemunculan buaya guna menghindari kejadian serupa," kata Yauri.
Editor : A. Rudi Fathir