Akademisi STAIN Majene Nilai Mundurnya Gubernur BI Berpotensi Pengaruhi Kepercayaan Investor
MAJENE, iNewsMamuju.id - Pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memunculkan berbagai respons, termasuk dari kalangan akademisi. Dosen Ekonomi STAIN Majene, Hasan Basri, menilai pemerintah perlu menjaga kepercayaan pasar dengan memastikan independensi Bank Indonesia tetap terpelihara.
Hasan mengatakan, hingga kini pemerintah belum menjelaskan secara rinci alasan di balik pengunduran diri Perry Warjiyo. Dalam pengumuman resmi pada 27 Juli 2026, alasan yang disampaikan hanya bersifat pribadi. Presiden juga menegaskan pengunduran diri tersebut bukan karena adanya pelanggaran atau kesalahan yang dilakukan oleh Perry.
Meski demikian, menurut Hasan, penjelasan tersebut masih menyisakan pertanyaan di ruang publik.
Ia juga menyinggung laporan media internasional Reuters yang menyebut adanya dugaan perbedaan pandangan antara otoritas fiskal dan otoritas moneter terkait arah kebijakan ekonomi sebelum pengunduran diri tersebut. Namun, Hasan mengingatkan informasi itu masih sebatas laporan media dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
"Apabila dugaan tersebut benar, maka dampak yang paling besar adalah menurunnya kepercayaan atau trust investor terhadap independensi Bank Indonesia," kata Hasan, Kamis (30/7/2026).
Menurut dia, kepercayaan investor menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi stabilitas pasar keuangan. Ketika muncul persepsi independensi bank sentral terganggu, nilai tukar rupiah berpotensi mengalami tekanan.
Hasan menjelaskan, pelemahan nilai tukar rupiah dapat berdampak pada meningkatnya inflasi karena biaya impor menjadi lebih mahal. Kondisi tersebut berpotensi mendorong kenaikan harga barang, terutama produk yang bergantung pada bahan baku impor.
Akibatnya, daya beli masyarakat juga dapat menurun karena kemampuan masyarakat membeli barang dan jasa menjadi berkurang.
Karena itu, Hasan menilai pemerintah perlu menjaga kepercayaan pasar melalui kebijakan ekonomi yang konsisten, transparan, dan berorientasi pada kepentingan nasional.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan ekonomi tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menjaga stabilitas harga, mempertahankan daya beli masyarakat, serta meningkatkan kesejahteraan.
Selain itu, Hasan menekankan pentingnya menghormati independensi Bank Indonesia dalam menjalankan kebijakan moneter sesuai amanat undang-undang.
"Independensi bank sentral merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi, mengendalikan inflasi, serta mempertahankan kepercayaan pelaku pasar terhadap perekonomian Indonesia," ujarnya.
Terkait berbagai isu lain yang berkembang di masyarakat, termasuk dugaan mengenai program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility atau CSR) Bank Indonesia, Hasan mengingatkan agar publik tidak terburu-buru menarik kesimpulan.
Ia menilai isu tersebut masih sebatas spekulasi sehingga seluruh pihak sebaiknya menunggu penjelasan resmi dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
Editor: A. Rudi Fathir