Karhutla Sapu 12 Hektare Lahan 15 Warga di Mamasa, Sempat Dekati Permukiman, Warga Minanga Panik
MAMASA, iNewsMamuju.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Dusun Sika, Desa Salumokanan, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Minggu (16/8/2026).
Sebanyak 12 hektare lahan milik sekitar 15 warga hangus terbakar dalam peristiwa tersebut.
Kobaran api yang membesar di tengah kondisi lahan kering akibat musim kemarau sempat membuat warga Dusun Minanga panik. Pasalnya, arah angin membawa kobaran api terus mendekati kawasan permukiman penduduk.
Kapolsek Mambi IPDA Riswandi mengatakan, titik api pertama kali terlihat oleh warga di pinggir Jalan Poros Mamasa-Mambi sekitar pukul 14.10 WITA.
"Api cepat membesar karena kondisi lahan sangat kering akibat musim kemarau. Kobaran kemudian merambat ke kawasan hutan dan lahan pertanian di sekitarnya," kata Riswandi saat dikonfirmasi, Minggu.
Mengetahui kobaran api kian membesar dan berpotensi mengancam rumah warga, personel Polsek Mambi, yakni Bhabinkamtibmas Bripka Ariyadi Arief dan Kanit Provost Aiptu Rahmat Arief, langsung diterjunkan ke lokasi.
Petugas kepolisian bersama warga setempat bergotong royong melakukan pemadaman secara manual dengan alat seadanya untuk mempersempit penyebaran api.
"Berkat kerja keras semua pihak, api berhasil dikendalikan dan tidak sampai menjalar ke permukiman warga," ujar Riswandi.
Sekitar pukul 16.20 WITA, kobaran api utama berhasil dipadamkan. Meski demikian, petugas tetap disiagakan di lokasi untuk melakukan pendinginan guna memastikan tidak ada sisa bara yang memicu kebakaran susulan (flare-up).
Berdasarkan pendataan awal, area yang terbakar mencakup lahan milik beberapa warga, di antaranya Aruan, Irfan, Seblon, Musa, dan Gerson.
Pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Sementara itu, total kerugian materiil masih dalam proses penghitungan.
Terkait penyebab kebakaran, Kepolisian Sektor (Polsek) Mambi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Namun, dugaan sementara mengarah pada kelalaian manusia.
"Dugaan sementara karena faktor kelalaian, seperti aktivitas pembakaran lahan atau sampah yang tidak terkendali," jelas Riswandi.
Atas kejadian ini, Polsek Mambi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dan tidak membuka lahan atau membakar sampah secara sembarangan.
Warga juga diminta untuk segera melapor kepada pihak berwajib jika melihat munculnya titik api agar bisa ditangani sedini mungkin.
Editor : A. Rudi Fathir