get app
inews
Aa Text
Read Next : ​Korsleting Listrik Ratakan 2 Rumah di Mamasa, Uang Puluhan Juta Hangus Kerugian Rp150 Juta

Tuntut Usut Dugaan Korupsi Dana BTT dan TPG, Puluhan Mahasiswa GMNI Gedor Kejari Mamasa

Rabu, 02 September 2026 | 14:28 WIB
header img
Aksi unjuk rasa yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Mamasa di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamasa, Rabu (2/9/2026). Foto: Istimewa

MAMASA, iNewsMamuju.id - Aksi unjuk rasa yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Mamasa di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamasa, Rabu (2/9/2026), berlangsung buntu.

Massa mahasiswa membubarkan diri tanpa menyampaikan aspirasi secara resmi lantaran Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Mamasa, Andi Faik Wana Hamzah, menolak menemui mereka secara langsung.

Aksi yang berlangsung sejak pukul 11.15 WITA tersebut mulanya bertujuan menuntut kejelasan penanganan hukum atas sejumlah isu dugaan penyalahgunaan anggaran daerah.

Beberapa poin yang disoroti antara lain pengelolaan Dana BOK Dinas Kesehatan dan Puskesmas, temuan BPK terkait dana BTT Tahun 2025, hingga dugaan penyelพenangan Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan Tunjangan Khusus Guru (TKG) Tahun Anggaran 2024.

Tolak Perwakilan Kasi Intel

Korlap Aksi GMNI Mamasa, Toni M Putra, menegaskan bahwa massa hanya mau menyuarakan poin tuntutan jika berhadapan langsung dengan pucuk pimpinan Kejari.

Namun, pihak Kejari Mamasa justru mengutus Kasi Intelijen Alex Subarkah untuk menemui demonstran. Penunjukan perwakilan ini langsung ditolak mentah-mentah oleh mahasiswa.

"Mahasiswa bersikeras tidak mau berdialog dengan perwakilan. Mereka menegaskan hanya ingin menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Kajari," ujar perwakilan pengamanan dari Polres Mamasa di lokasi kejadian, Rabu.

Karena tidak ada titik temu, dialog membalas isu anggaran daerah tersebut gagal dilaksanakan.

Ancam Demo Susulan

Lantaran aspirasinya tidak diakomodasi oleh pimpinan kejaksaan, massa GMNI menyatakan menarik diri dan mengancam akan kembali menggelar aksi unjuk rasa gelombang berikutnya dengan jumlah massa yang lebih besar.

Meski diwarnai aksi penolakan dan aksi saling bertahan argumen, unjuk rasa yang dikawal ketat oleh personel Sat Intelkam dan Sat Samapta Polres Mamasa tersebut dipastikan berjalan tertib dan tidak sampai menimbulkan kerusuhan.

Editor : A. Rudi Fathir

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut